Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Menteri Haji Beberkan Sejumlah Perbaikan Layanan

- Rabu, 17 Juni 2026 | 19:40 WIB
Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Menteri Haji Beberkan Sejumlah Perbaikan Layanan

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Hal itu diungkapkan Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf seusai melaporkan langsung pelaksanaan musim haji kepada kepala negara di Hambalang, Bogor, pada Rabu (17/6/2026). Menurut Irfan, capaian positif tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang konstruktif antara Kementerian Haji dan Dewan Perwakilan Rakyat yang bertindak sebagai Tim Pengawas Haji.

“Kami melaporkan penyelenggaraan haji tahun 2026 ini, di mana beberapa poin kita mendapatkan nilai positif walaupun tidak menutup kemungkinan memang ada beberapa titik yang perlu disempurnakan,” kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, dalam keterangan pers usai pertemuan.

Ia menjelaskan bahwa tantangan penyelenggaraan haji tahun ini cukup besar. Sebab, dirinya baru dilantik sebagai Menteri Haji pada September 2025, sementara tahapan penyelenggaraan dari Pemerintah Arab Saudi telah dimulai sejak Juni 2025. Artinya, kementerian harus mengejar ketertinggalan waktu sekitar tiga hingga empat bulan.

“Alhamdulillah dengan kerja sama semua tim kita bisa mengejar ketinggalan itu. Saya sangat senang tadi Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada penyelenggaraan haji pada tahun ini,” ujarnya.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Presiden, Gus Irfan turut memaparkan sejumlah perbaikan layanan yang menjadi catatan positif. Salah satu yang paling menonjol adalah percepatan penerbitan visa jemaah yang telah rampung pada pertengahan Ramadan. Ia menyebut pencapaian itu sebagai hal yang luar biasa.

“Ini hal yang sangat, sangat, sangat luar biasa,” ujarnya.

Di sisi lain, distribusi kartu Nusuk telah dilakukan sejak jemaah masih berada di Tanah Air. Langkah ini dinilai berhasil meminimalkan berbagai persoalan yang kerap terjadi pada musim-musim sebelumnya, seperti jemaah yang terpisah dari keluarga atau tidak mendapatkan hotel setelah tiba di Arab Saudi.

“Tidak ada lagi cerita jemaah yang terpisah dari keluarganya, jemaah yang tidak mendapatkan hotel padahal sudah sampai di sana, jemaah yang tercecer di mana-mana tidak ada lagi,” tegasnya.

Gus Irfan juga menilai kualitas layanan haji tahun ini telah melampaui standar paket yang digunakan. Meskipun secara resmi masih menggunakan skema Paket D, layanan yang diberikan disebut mendekati standar Paket C. Ia pun menambahkan bahwa pihaknya mulai merancang kontrak multiyears untuk memastikan layanan tetap optimal dan memberikan kepastian bagi vendor.

“Kontrak multiyears ini bisa memastikan layanan harus baik, bisa menjadikan jaminan bagi pihak vendor untuk memberikan layanan terbaik, dan kita juga bisa mendapatkan harga yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk penyelenggaraan haji tahun 2027, Presiden Prabowo telah memberikan sejumlah arahan. Arahan tersebut mencakup peningkatan kualitas konsumsi yang harus dipersiapkan lebih awal dan lebih baik, serta penataan akomodasi hotel agar semakin nyaman bagi jemaah Indonesia.

“Bapak Presiden memberikan masukan-masukan untuk peningkatan layanan kepada jemaah haji terkait dengan tahun 2027 nanti, termasuk bagaimana makanan-makanan bisa dipersiapkan lebih dini, lebih bagus lagi,” ujar Gus Irfan.

“Kemudian bagaimana beliau juga memberikan masukan tentang penginapan-penginapan hotel-hotel yang harus juga lebih ditata lebih baik lagi,” lanjutnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar