Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama Senin (10/8/2026) di zona merah. Indeks terkoreksi 31,26 poin atau 0,49 persen ke level 6.378,40 poin.
Pada awal sesi, IHSG sempat mencatat penguatan hingga menyentuh level tertinggi 6.462. Namun, momentum tersebut tak bertahan lama. Tekanan jual muncul menjelang penutupan sesi I dan mendorong indeks berbalik arah ke teritori negatif.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp10,46 triliun dengan volume 283,25 juta lot saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,72 juta kali.
Pelemahan IHSG utamanya dipicu oleh koreksi pada saham-saham perbankan dan konglomerasi yang menjadi penggerak utama indeks. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 3,14 persen ke Rp2.160, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah tipis 0,64 persen ke Rp3.110.
Hampir seluruh subindeks ikut tertekan. IDX30 dan LQ45 sama-sama terkoreksi 0,77 persen, sedangkan ISSI dan JII masing-masing melemah 0,36 persen dan 0,53 persen. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang cukup merata di pasar.
Dari sisi sektoral, sektor barang konsumen non-primer menjadi pemberat utama. Penurunan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turut menekan indeks. Sebaliknya, sektor transportasi justru mencatatkan penguatan signifikan berkat lonjakan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).
Di antara saham-saham dengan penurunan terbesar (top losers) hingga siang ini, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) anjlok 3,24 persen ke Rp5.225, disusul TPIA yang melemah 3,14 persen ke Rp2.160, dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) yang terkoreksi 2,86 persen ke Rp510.
Di sisi lain, sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers. PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melonjak 10,66 persen ke Rp1.765, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 3,40 persen ke Rp3.040, dan PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) menanjak 3,40 persen ke Rp760.
Artikel Terkait
IHSG Melemah ke 6.378 pada Sesi I, Saham Garuda Terbang
IHSG Dibuka Menguat 0,48%, Rupiah Melemah ke Rp17.816
IHSG Diproyeksi Tertekan Data Inflasi AS, Saham WIFI hingga BRMS Layak Dicermati
IHSG Diprediksi Menguat, Pelaku Pasar Tunggu Keputusan MSCI