Rupiah Menguat Tajam Setelah Prabowo Ajukan Destry sebagai Calon Tunggal Gubernur BI

- Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00 WIB
Rupiah Menguat Tajam Setelah Prabowo Ajukan Destry sebagai Calon Tunggal Gubernur BI

Nilai tukar rupiah menguat tajam pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026) setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.755 per dolar Amerika Serikat, menguat 142 poin, sementara data RTI menunjukkan penguatan 141 poin ke posisi Rp17.756 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi setelah pasar menilai pencalonan Destry sebagai sinyal yang menenangkan bagi investor di tengah perhatian terhadap arah kebijakan bank sentral. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan respons positif pasar terutama datang dari penilaian bahwa Destry merupakan figur yang bisa menjaga kredibilitas Bank Indonesia.

“Penguatan utamanya didukung oleh pengajuan Destry untuk menjabat Gubernur BI yang disambut positif oleh investor,” kata Lukman Leong. Menurut dia, Destry dipandang sebagai sosok teknokrat yang sudah lama berada di lingkungan bank sentral sehingga memberi rasa kepastian bagi pelaku pasar.

Pasar Nilai Figur Destry Menenangkan Investor

Sebelumnya, Istana mengumumkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI melalui surat Presiden yang dikirim ke DPR RI pada Senin (10/8). Pengumuman itu langsung menjadi perhatian pasar karena posisi Gubernur BI dinilai sangat menentukan arah kebijakan moneter dan stabilitas rupiah ke depan.

Di tengah kondisi pasar yang sensitif terhadap isu independensi dan kredibilitas bank sentral, nama Destry dianggap memberi sinyal kesinambungan kebijakan. Selain faktor domestik itu, pergerakan rupiah juga tetap berada dalam radar pelaku pasar global yang terus memantau arah dolar AS dan sentimen suku bunga internasional.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags