Sirius dan Brommapojkarna Berbagi Angka dalam Laga Sengit di Studenternas IP

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 01:15 WIB
Sirius dan Brommapojkarna Berbagi Angka dalam Laga Sengit di Studenternas IP

Sirius dan Brommapojkarna harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 2-2 dalam lanjutan Allsvenskan di Studenternas IP, Senin malam. Pertandingan ini menjadi sorotan karena melibatkan Oscar Krusnell, pemain yang pernah membela kedua klub.

Sirius unggul lebih dulu melalui gol Victor Svensson pada menit ke-15, kemudian diperbesar oleh Isak Bjerkebo. Namun, Brommapojkarna mampu membalas dengan cepat lewat gol Oliver Zandén dan Obilor Okeke sebelum babak pertama usai, memaksa skor menjadi imbang hingga peluit panjang dibunyikan.

Peran Ofensif Krusnell

Oscar Krusnell, bek kiri Sirius, mengungkapkan pengalamannya menjalankan peran ofensif sejak bergabung pada musim panas 2025. Ia mengaku mendapat kebebasan untuk maju ke depan meski harus mengorbankan sedikit tugas defensif.

"Saya diberi kebebasan untuk maju ke depan, meskipun itu berarti mengorbankan sedikit tugas defensif," ujar Krusnell. Ia juga menyoroti perkembangan tim dalam aspek pertahanan, terutama kemampuan bertahan dalam posisi rendah dan melakukan serangan balik.

"Kami telah bekerja keras untuk merasa nyaman saat bertahan dan menyerang balik, yang membuat kami lebih solid dibandingkan tahun sebelumnya," kata Krusnell.

Krusnell juga menyinggung atmosfer stadion yang semakin mendukung performa tim. "Sangat menyenangkan melihat antusiasme yang terus meningkat di Studenternas, memberikan kami energi ekstra di setiap pertandingan," tuturnya.

Kritik Pelatih Sirius

Pelatih Sirius, Melker Heier, mengkritik penampilan timnya setelah kebobolan dua gol dalam lima menit. Ia menekankan perlunya strategi yang lebih cerdas untuk mempertahankan keunggulan.

"Kita tidak seharusnya membiarkan lawan mencetak dua gol dalam waktu singkat di kandang sendiri," ujar Heier.

Sementara itu, Oliver Zandén dari Brommapojkarna menilai timnya berhasil mengendalikan pertandingan meskipun sempat tertinggal dua gol. Ia melihat peluang untuk memanfaatkan kesempatan yang ada.

"Kami mengontrol pertandingan dengan baik setelah tertinggal dan berhasil menyamakan kedudukan. Ini menunjukkan bahwa kami mampu bersaing dengan tim teratas," ungkap Zandén.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags