Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta para mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tetap bersemangat dalam mengawal perbaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa evaluasi dan perbaikan yang dilakukan pemerintah tidak berarti program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut akan dihentikan.
"Pemerintah memutuskan ada perbaikan, tetapi tidak akan menutup Program MBG karena ini adalah janji kampanye Bapak Presiden Prabowo," kata Misbakhun dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).
Pernyataan itu disampaikan Misbakhun saat berdialog dengan mitra SPPG se-Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Menurutnya, pembenahan diperlukan karena MBG menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pelaksanaannya harus memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas serta memiliki standar dan prosedur yang jelas.
"Ini kebijakan publik yang menggunakan uang negara, menggunakan APBN, sehingga tata kelolanya harus diatur, harus transparan, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan dengan standar serta prosedur yang jelas," ujarnya.
Karena itu, Misbakhun meminta mitra SPPG turut mengawal proses pembenahan tata kelola yang dilakukan pemerintah sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelaksanaan program. "Upaya-upaya perbaikan, meningkatkan standardisasi, mengubah tata kelola dan sebagainya, saya minta tolong diikuti dengan baik. Ini adalah semangat upaya perbaikan," katanya.
Ia juga meminta mitra SPPG tidak mengkhawatirkan keberlanjutan program dan tetap menjalankan pelayanan pemenuhan gizi sesuai standar yang ditetapkan. Menurutnya, mitra SPPG justru telah berjasa menyukseskan program ini.
"Bapak dan Ibu sekalian telah melakukan sebagian dari tugas mulia yang dibebankan oleh negara. Program ini harus kita kuatkan agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara," ucapnya.
Misbakhun pun mengapresiasi para mitra SPPG yang selama ini terlibat dalam penyediaan menu untuk MBG. Ketua Bidang Kebijakan Ekonomi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar itu menilai para mitra SPPG telah terlibat dalam misi besar negara untuk membentuk generasi berkecukupan gizi demi masa depan Indonesia.
"Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu sekalian yang sebagai pengusaha bersedia menginisiasi dan terlibat dalam upaya besar negara yang menjadi visi dan misi Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memutus mata rantai kekurangan gizi anak-anak di Indonesia," katanya.
Artikel Terkait
BGN Perketat Pengawasan MBG: Ompreng Wajib Cantumkan Batas Waktu Konsumsi
PKS dan Fungsi Dakwah di Tengah Hening
BGN Mewajibkan SPPG Cantumkan Batas Waktu Konsumsi di Ompreng MBG Mulai Pekan Depan
Zulhas: Swasembada Pangan Berhasil, MBG Masih Banyak Disalahgunakan