Pemerintah Libatkan Kopdes Merah Putih Kelola Minyak Jelantah dan Sampah Rumah Tangga untuk Energi Terbarukan

- Rabu, 17 Juni 2026 | 13:20 WIB
Pemerintah Libatkan Kopdes Merah Putih Kelola Minyak Jelantah dan Sampah Rumah Tangga untuk Energi Terbarukan

Pemerintah berencana melibatkan Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dalam pengelolaan minyak jelantah dan sampah rumah tangga sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi hijau sekaligus mengembangkan energi terbarukan. Inisiatif ini membuka peluang bagi masyarakat untuk menjual minyak goreng bekas pakai dan memperoleh pendapatan tambahan.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menyatakan bahwa pihaknya akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk merancang berbagai program berbasis lingkungan yang melibatkan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, koperasi dapat menjadi ujung tombak dalam mengumpulkan minyak jelantah dari rumah tangga.

"Salah satu contohnya adalah bagaimana nanti minyak jelantah itu bisa dikumpulkan melalui koperasi, bisa melalui koperasi-koperasi desa kelurahan," ujarnya dalam acara Forum Ekonomi Hijau yang digelar di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Ferry menjelaskan, minyak jelantah yang terkumpul nantinya akan dibeli dan diproses oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk dijadikan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. "Kemudian nanti jelantahnya itu digunakan, diproses, dibeli oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai bioavtur," ungkapnya.

Di sisi lain, peran koperasi tidak hanya terbatas pada pengelolaan minyak jelantah. Ferry juga menyoroti potensi besar koperasi dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Menurutnya, koperasi dapat menjadi instrumen penting untuk mengelola sampah yang dihasilkan masyarakat di berbagai wilayah pedesaan.

"Sampah ini juga koperasi-koperasi bukan hanya koperasi desa kelurahan bisa menjadi alat untuk mengelola sampah dari unit komunitas dan masyarakat di desa-desa itu," lanjutnya.

Sementara itu, di sektor energi terbarukan, Kementerian Koperasi menjalin kolaborasi dengan PT PLN dan PT Pertamina New & Renewable Energy untuk mengembangkan proyek percontohan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ferry mengungkapkan, saat ini tengah dibangun proyek PLTS berkapasitas 0,5 megawatt di Batam. Proyek tersebut diharapkan menjadi model pengembangan energi bersih yang dapat direplikasi di wilayah lain.

"Itu merupakan contoh-contoh program yang bisa kita kembangkan bersama Kementerian Koperasi bersama pihak-pihak yang lain termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan BUMN," tutup Ferry.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar