Martinez Pastikan Hengkang dari Portugal Usai Piala Dunia 2026, Siap Kembali ke Klub

- Rabu, 17 Juni 2026 | 09:15 WIB
Martinez Pastikan Hengkang dari Portugal Usai Piala Dunia 2026, Siap Kembali ke Klub

Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, dipastikan akan meninggalkan kursi kepelatihan segera setelah gelaran Piala Dunia 2026 usai, apa pun hasil yang diraih timnya di turnamen tersebut. Keputusan ini telah bulat dan tinggal menunggu waktu untuk diumumkan secara resmi.

Kontrak pelatih asal Spanyol itu bersama Federasi Sepak Bola Portugal hanya berlaku hingga akhir Juli tahun depan. Martinez disebut tidak berniat memperpanjang masa kerjanya, meskipun telah menangani Seleção das Quinas selama tiga tahun dengan catatan kinerja yang impresif.

Menurut laporan yang beredar, Martinez telah menentukan langkah selanjutnya dan membuka peluang untuk kembali menangani klub. Opsi kembali ke Premier League mengemuka, seiring dengan minat sejumlah klub Eropa yang terus memantau situasinya. Nama Martinez bukanlah nama asing di Inggris. Ia pernah menukangi Wigan Athletic dan Everton, serta membangun reputasi sebagai manajer dengan pendekatan taktik yang progresif.

Selain Premier League, peluang untuk mengambil pekerjaan di tim nasional lain juga tetap terbuka. Selama menangani Portugal, Martinez mencatatkan persentase kemenangan tertinggi di antara pelatih permanen sepanjang sejarah tim nasional. Statistik tersebut mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pelatih tersukses Portugal dalam periode yang relatif singkat.

Meskipun Portugal tersingkir melalui adu penalti melawan Prancis pada perempat final Euro 2024, respons tim dinilai solid. Mereka bangkit dan berhasil menjuarai Nations League setelah menaklukkan Spanyol pada final musim panas lalu. Kini, Martinez berharap bisa menutup masa jabatannya dengan trofi terbesar. Portugal membidik gelar Piala Dunia pertama sepanjang sejarah, sebuah target ambisius yang memberi tekanan sekaligus motivasi besar.

Pelatih berusia 52 tahun itu memiliki pengalaman yang beragam di Piala Dunia. Bersama Belgia, ia membawa tim finis di posisi ketiga pada 2018, lalu tersingkir secara mengejutkan di fase grup edisi 2022. Sementara itu, Portugal sendiri datang ke Piala Dunia 2026 dengan skuad bertabur bintang dan masuk dalam jajaran favorit juara. Mereka akan mengawali turnamen dengan menghadapi DR Congo, kemudian bersua Uzbekistan dan Kolombia di Grup K.

Menjelang turnamen, Martinez menggambarkan suasana di dalam tim nasional dengan nada optimistis.

“Saya tidak melihat kecemasan di Portugal untuk menjuarai Piala Dunia. Yang ada justru antusiasme dan harapan. Perasaan itu hadir berkat para pemain ini,” ujar Martinez.

Ia menambahkan, “Kita berbicara tentang Cristiano Ronaldo. Kapten Manchester United Bruno Fernandes. Kapten Porto Diogo Costa. Kapten Manchester City Bernardo Silva. Empat pemain penting di juara Eropa Paris Saint-Germain. Semua itu membuat rakyat Portugal merasa positif.”

Martinez juga menegaskan bahwa tantangan besar masih menanti.

“Kami sadar belum pernah menjuarai Piala Dunia; itu menunjukkan betapa sulitnya. Kami paham situasi bisa berubah cepat, talenta saja tidak cukup, detail kecil bisa merugikan, dan kegagalan terasa sangat memukul. Namun biarkan kami bermimpi. Saya pikir kami bisa. Sikap itu yang ingin saya tanamkan pada tim,” katanya.

Dengan masa depan yang segera memasuki babak baru, Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi panggung perpisahan Martinez bersama Portugal, sekaligus etalase terakhir sebelum ia menentukan langkah besar berikutnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar