Kapolri: Situasi Global Tidak Menentu, Indonesia Harus Mandiri

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:10 WIB
Kapolri: Situasi Global Tidak Menentu, Indonesia Harus Mandiri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pentingnya kemandirian Indonesia di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh berbagai konflik internasional. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Kapolri, dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang tidak menentu karena adanya tiga poros konflik. "Baik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Rusia melawan Ukraina, dan juga hegemoni antara Amerika dan China," ujarnya dalam sambutan.

Konflik global tersebut, lanjut Kapolri, membawa dampak langsung terhadap kondisi dalam negeri, termasuk pertumbuhan ekonomi, fiskal, dan nilai tukar rupiah. "Ini yang membuat kita menghadapi itu semua," tuturnya.

Oleh karena itu, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Kapolri mendukung penuh program pemerintah, seperti ketahanan pangan, swasembada energi, dan hilirisasi untuk membuka lapangan kerja. "Kita harus mampu menghadapi di tengah situasi global, untuk bisa mandiri," tegasnya.

Untuk mencapai kemandirian itu, dibutuhkan disiplin dan kerja keras. Kapolri mengajak seluruh elemen, termasuk Tapak Suci Putera Muhammadiyah, untuk menularkan semangat juang kepada masyarakat. "Kalau kita ulet, kalau kita disiplin, kalau kita mampu bertahan dalam setiap tekanan, maka insyaallah kita akan berhasil," pesannya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Mendikdasmen Abdul Mu'ti, Penasehat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, serta jajaran Forkopimda Jawa Tengah, termasuk Gubernur Ahmad Luthfi dan Kapolda Irjen Ribut Hari Wibowo.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags