RI-Korsel Resmikan Pusat Pengendalian Karhutla di Sumsel

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:00 WIB
RI-Korsel Resmikan Pusat Pengendalian Karhutla di Sumsel

Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kerja sama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membangun Indonesia Forest and Land Fire Management Center di Daops Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan. Pusat pengendalian ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menghadapi karhutla yang kian kompleks akibat perubahan iklim.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, pusat pengendalian ini merupakan hasil inisiatif bersama yang telah difinalisasi. Ia berharap kerja sama ini dapat diperpanjang dan diresmikan langsung oleh pejabat tinggi Korea Selatan. "Mudah-mudahan nanti Bapak Park datang ke Indonesia untuk memperpanjang kerja sama, sekaligus meresmikan Forest and Land Fire Management Center yang ada di sini," ujarnya saat meninjau lokasi, Sabtu (8/8/2026).

Raja Juli menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam pengendalian karhutla. Sebab, dampak kebakaran hutan tidak mengenal batas administratif. Asap yang ditimbulkan dapat menyebar ke berbagai daerah bahkan hingga ke luar negeri, atau yang dikenal sebagai transboundary haze.

"Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri. Asap itu bisa melampaui lintas batas negara," jelasnya.

Meski tantangan karhutla semakin berat, pemerintah optimistis angka kebakaran dapat ditekan. Raja Juli menyebut penanganan karhutla di Indonesia terus membaik dari tahun ke tahun. Target pengurangan luas kebakaran tetap diupayakan meski Indonesia menghadapi ancaman El Nino yang datang lebih cepat.

"Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Co-Director Jeong Cheol-Ho mengungkapkan bahwa pusat pengendalian ini merupakan buah dari kerja sama lima tahun terakhir. Ia menekankan bahwa nilai utama dari fasilitas ini bukan hanya bangunan fisiknya, melainkan semangat kolaborasi yang terjalin.

"Lima tahun lalu kita duduk bersama untuk mencari cara terbaik mengatasi kebakaran hutan di Indonesia. Kita berbagi ide, teknologi, dan pengalaman. Hari ini hasil dari kerja keras kita adalah Pusat Manajemen Kebakaran Hutan ini. Tapi yang lebih berharga dari fasilitas ini adalah semangat, pikiran, dan kerja sama yang ada di dalamnya," kata Jeong.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags