Pedagang Rujak di Cirebon Berangkat Haji Setelah 27 Tahun Menyisihkan Recehan

- Sabtu, 25 April 2026 | 05:40 WIB
Pedagang Rujak di Cirebon Berangkat Haji Setelah 27 Tahun Menyisihkan Recehan

CIREBON Ada yang berbeda dari langkah Istoifah Aminah akhir-akhir ini. Perempuan 57 tahun itu kini sibuk menyiapkan koper, bukan gerobak rujaknya. Ya, setelah menunggu selama 27 tahun, ia akhirnya mendapat tiket ke Tanah Suci. Pedagang rujak di Kota Cirebon, Jawa Barat, ini berangkat haji tahun ini. Semua berawal dari kebiasaannya membaca selawat. Warga Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi itu dijadwalkan terbang pada 8 Mei mendatang. Ekonomi pas-pasan? Bukan halangan. Istoifah membuktikannya. Ia bukan orang berada, tapi niatnya kuat. Sebagai pedagang rujak pinggir jalan, penghasilannya tidak menentu. Kadang ramai, kadang sepi. Belum lagi ia harus jadi tulang punggung keluarga. Biaya sehari-hari pun kadang bikin pusing. Tapi impian ke Baitullah tak pernah pudar. Selama 27 tahun, ia menyisihkan recehan dari jualan. Sedikit demi sedikit. Sabar. Tidak pernah menyerah. Semua demi satu hal: bersujud di depan Kakbah. Di balik perjuangannya, ada cerita yang bikin trenyuh. Setiap musim haji tiba, Istoifah selalu menangis. Ia melihat rombongan pengantar haji melintas, dan hatinya perih. Sambil mengelus dada, ia melantunkan selawat nabi. Dalam hati, ia bertanya-tanya, kapan giliranku? “Setiap melihat orang berangkat haji, saya menangis sedu. Saya cuma bisa bershalawat dan bertanya dalam hati, kapan saya bisa seperti mereka,” ujar Istoifah, Jumat (24/4/2026). Kini, nenek satu cucu itu tinggal memetik hasil dari kesabaran panjang. Perlengkapan ibadah mulai disiapkan. Obat-obatan, makanan kecil untuk bekal di Tanah Suci semuanya diatur satu per satu. Dulu ia hanya bisa menangis melihat rombongan haji. Sekarang, ia yang akan berada di dalamnya. Diiringi lantunan selawat yang selama ini ia dambakan. Kisah Istoifah Aminah mengajarkan sesuatu. Niat yang tulus, ditambah kesabaran yang tak putus, selalu menemukan jalan. Bahkan untuk sampai ke Baitullah.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar