Menteri Ara Targetkan Rusun di Atas Lahan KAI Tanah Abang Tampung 4.000 Orang

- Sabtu, 25 April 2026 | 04:35 WIB
Menteri Ara Targetkan Rusun di Atas Lahan KAI Tanah Abang Tampung 4.000 Orang

IDXChannel – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, punya target ambisius. Ia ingin membangun rumah susun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia di Tanah Abang. Dan targetnya? Rusun itu diharapkan bisa menampung sampai 4.000 orang.

Pria yang akrab disapa Ara ini menjelaskan, rencana pembangunannya mencakup sekitar 1.000 unit. Nah, asumsinya begini: tiap unit punya dua kamar, dan setiap kamar bisa dihuni dua orang. Jadi, hitung saja sendiri.

“Kalau itu seribu (unit) rumah susun. Kalau dua kamar ya, satu kamar dua orang, ya kurang lebih ada 4 ribu orang yang bisa tertampung di situ,” ujarnya, Jumat (24/4/2026), usai mengecek progres renovasi rumah dan UMKM di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan.

Di sisi lain, Ara menegaskan bahwa pemanfaatan aset negara untuk proyek ini bukan tanpa dasar. Menurutnya, langkah itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta agar tanah negara dipakai untuk kepentingan rakyat. Bukan untuk hal lain.

Ia juga menyoroti soal kebutuhan hunian di Jakarta. Masih tinggi, katanya. Sangat tinggi malah. Makanya, optimalisasi aset negara jadi langkah yang dianggap strategis setidaknya untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi warga.

“Seperti arahan Presiden Prabowo bagaimana Tanah Air itu digunakan untuk kepentingan rakyat kita. Jadi menurut saya kebijakan itu harus berguna bagi masyarakat. Begitu banyak di Jakarta ini rakyat, Jakarta yang membutuhkan perumahan. Ini ada aset negara,” tuturnya.

Tak lupa, Ara meminta dukungan dari masyarakat. Tapi dengan catatan: selama program ini memang memberi manfaat. Ia juga membuka pintu untuk kritik. Kalau ada yang keliru, ya silakan saja disampaikan.

“Apakah itu tidak bagus? Menurut teman-teman bagus nggak sih? Ya, kalau benar dan bagus tolong didukung. Kalau tidak ya kritik saja saya,” katanya, dengan nada santai tapi tegas.

(NIA DEVIYANA)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar