Bahrain Hancurkan Rudal dan Drone Iran, Tuding Serangan ke Wilayah Sipil sebagai Tindakan Kriminal

- Kamis, 11 Juni 2026 | 05:45 WIB
Bahrain Hancurkan Rudal dan Drone Iran, Tuding Serangan ke Wilayah Sipil sebagai Tindakan Kriminal

Militer Bahrain mengumumkan keberhasilannya mencegat dan menghancurkan serangkaian rudal serta drone yang diluncurkan Iran pada Rabu (10/6) waktu setempat, seraya mengecam serangan udara terbaru dari Teheran itu sebagai tindakan “kriminal”. Sistem pertahanan udara negara tersebut dikerahkan secara penuh untuk menangkal gempuran yang disebut-sebut menargetkan wilayah sipil di Kerajaan Bahrain.

Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain, dalam pernyataan resmi yang dilaporkan oleh Bahrain News Agency dan dikutip Al Arabiya, menuduh Iran terus menjalankan pendekatan permusuhan yang sistematis. “Melalui serangan rudal dan drone kriminal, mereka menargetkan warga sipil di Kerajaan Bahrain,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Pihak militer menegaskan bahwa seluruh persenjataan dan unit pertahanan telah berada pada tingkat kesiapan serta persiapan defensif tertinggi guna melindungi kedaulatan wilayah Bahrain.

Di tengah eskalasi ini, otoritas Bahrain mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan. Komando Umum secara khusus meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap benda asing atau mencurigakan yang mungkin berasal dari sisa-sisa serangan. “Hindari mendekati atau menanganinya, dan segera laporkan kepada pihak berwenang,” imbau mereka. Personel terkait, menurut pernyataan itu, telah disiagakan penuh untuk menangani puing-puing tersebut dengan aman demi menjamin keselamatan seluruh warga negara dan penduduk Bahrain.

Sementara itu, dalam pernyataan yang lebih tegas, Komando Umum Angkatan Pertahanan Bahrain menekankan bahwa penggunaan rudal dan drone secara sengaja untuk menargetkan warga sipil serta properti pribadi merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum kemanusiaan internasional. Pengecaman ini menambah daftar panjang ketegangan di kawasan Teluk yang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar