Serangan Militer AS di Pasifik Timur Tewaskan Dua Tersangka Penyelundup Narkoba

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:05 WIB
Serangan Militer AS di Pasifik Timur Tewaskan Dua Tersangka Penyelundup Narkoba

Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Samudra Pasifik Timur pada Jumat (8/5), menewaskan sedikitnya dua orang yang oleh militer AS disebut sebagai “teroris narkoba”. Insiden ini menjadi bagian dari rangkaian operasi militer yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Komando Selatan AS (SOUTHCOM) mengonfirmasi bahwa satu orang lainnya berhasil selamat dari serangan itu. Dalam pernyataan yang diunggah melalui media sosial, sebagaimana dilansir Anadolu Agency dan AFP pada Sabtu (9/5/2026), SOUTHCOM menyebut bahwa intelijen telah memastikan kapal tersebut tengah melintasi jalur perdagangan narkoba yang sudah diketahui dan terlibat aktif dalam operasi penyelundupan.

Serangan tersebut diperintahkan langsung oleh Komandan SOUTHCOM, Jenderal Francis L Donovan, dan dilaksanakan oleh Satuan Tugas Gabungan Southern Spear. Kapal yang menjadi sasaran disebutkan dioperasikan oleh organisasi yang telah ditetapkan sebagai kelompok teror.

Sebuah video hitam-putih yang dirilis SOUTHCOM memperlihatkan kapal kecil bergerak di tengah lautan sebelum terkena proyektil, yang kemudian diikuti oleh ledakan besar. Dua kematian dalam serangan ini menambah jumlah korban tewas dalam operasi militer AS di kawasan tersebut menjadi setidaknya 189 orang, menurut penghitungan AFP. Angka itu merupakan akumulasi dari puluhan serangan serupa dalam beberapa bulan terakhir.

SOUTHCOM menyatakan bahwa setelah serangan, pihaknya segera memberi tahu Penjaga Pantai AS untuk mengaktifkan sistem pencarian dan penyelamatan bagi korban selamat. Namun, tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi korban selamat tersebut. Dalam pernyataan yang sama, SOUTHCOM menegaskan bahwa tidak ada satu pun personel militer AS yang terluka dalam insiden ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar