Bursa Efek Indonesia (BEI) menyoroti perubahan struktur kepemilikan di PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) setelah Kalon Holdings Co Ltd resmi menjadi pengendali baru di tingkat induk usaha. Meski terjadi pergeseran di level korporasi, manajemen TCID menegaskan bahwa langkah tersebut tidak akan membawa perubahan signifikan terhadap strategi bisnis perseroan.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada BEI pada Jumat, 8 Mei 2026, manajemen TCID menyatakan bahwa Kalon Holdings tidak memiliki rencana untuk melakukan integrasi bisnis, menjalin sinergi baru, atau merestrukturisasi usaha di luar kerja sama yang selama ini telah berjalan antara Mandom Corporation dan Mandom Indonesia. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi mengenai kemungkinan perombakan besar-besaran pasca-perubahan pengendali.
“Tidak ada rencana integrasi bisnis, sinergi baru, maupun restrukturisasi usaha di luar kerja sama yang selama ini telah berjalan antara Mandom Corporation dan Mandom Indonesia,” tulis manajemen TCID dalam keterangan resminya.
Kalon Holdings Co Ltd diketahui beroperasi sebagai perusahaan induk yang tidak memiliki anak perusahaan lain selain Mandom Corporation. Dengan struktur tersebut, perubahan kepemilikan dinilai lebih bersifat administratif dan strategis di tingkat induk, tanpa memengaruhi arah operasional Mandom Indonesia di dalam negeri.
Sementara itu, manajemen menjelaskan bahwa Lumina International Holdings Limited akan ditambahkan sebagai pengendali setelah penyelesaian pengambilalihan Mandom Corporation di Jepang oleh Kalon Holdings. Hal ini sebagaimana telah diungkap dalam Keterbukaan Informasi Penawaran Tender Wajib pada 22 April 2026. Lumina merupakan entitas yang secara tidak langsung dimiliki oleh dana investasi yang dikelola afiliasi CVC Capital Partners atau mitra umumnya. Meski demikian, restrukturisasi internal tersebut tidak akan mengubah pengendalian efektif atas perseroan maupun memengaruhi kegiatan operasional sehari-hari.
Di sisi lain, Kalon Holdings berkomitmen untuk memperkuat bisnis perseroan, khususnya di sektor manufaktur kosmetik, produk perawatan rambut dan kulit, wewangian, serta produk perawatan pribadi. Strategi pengembangan akan difokuskan pada peningkatan daya saing, penguatan jaringan distribusi baik luring maupun daring, efisiensi produksi dan manufaktur, serta inovasi produk dan strategi pemasaran.
Artikel Terkait
Pemerintah Kembali Suntik Rp 400 Triliun ke Bank BUMN untuk Jaga Likuiditas
Menkeu: BGN Akan Lakukan Penghematan Anggaran Signifikan, Potensi Capai Rp 40 Triliun
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara Aman, Dua PLTU Bermasalah di Jawa Mulai Pulih
PT Soechi Lines Bagikan Dividen Rp14,1 Miliar, Rp2 per Saham