Erling Haaland menjadi sorotan utama dalam perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026. Striker Manchester City itu telah mencetak empat gol hanya dalam dua pertandingan fase grup, membawa negaranya melaju ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah modern sepak bola Norwegia. Ketajamannya di lini depan menjadi faktor kunci yang membedakan Norwegia edisi kali ini dengan tim-tim sebelumnya yang gagal menembus fase grup.
Haaland Mesin Gol Paling Produktif di Grup I
Haaland membuka perburuan golnya di Piala Dunia 2026 dengan satu gol saat Norwegia mengalahkan Irak 2-0 di laga perdana Grup I. Pemain berusia 25 tahun itu menunjukkan insting tajamnya sebagai penyerang haus gol sejak menit awal pertandingan. Gol tersebut lahir dari skema serangan cepat yang melibatkan Martin Odegaard sebagai pengirim umpan.
Pada laga kedua melawan Senegal yang berlangsung di Toronto, Kanada, performa Haaland mencapai level yang lebih tinggi lagi. Ia mencetak dua gol yang menjadi penentu kemenangan dramatis Norwegia dengan skor 3-2, memastikan tiket ke babak 32 besar. Dua golnya masing-masing tercipta melalui sundulan dan tendangan keras dari dalam kotak penalti.
“Saya hanya melakukan pekerjaan saya sebagai striker. Setiap gol sangat berarti bagi tim,” ujar Haaland dalam konferensi pers usai pertandingan, dikutip dari situs resmi FIFA. “Yang terpenting adalah Norwegia bisa lolos dan kami bisa terus bermimpi di turnamen ini. Kami belum selesai.”
Dengan tambahan dua gol melawan Senegal, total koleksi Haaland di Piala Dunia 2026 kini mencapai empat gol dari dua pertandingan. Rata-rata dua gol per laga menjadi bukti ketajaman striker yang musim lalu mencetak lebih dari 40 gol untuk Manchester City di berbagai kompetisi. Catatan ini menjadikannya salah satu kandidat terkuat peraih Sepatu Emas.
Norwegia Ukir Sejarah di Panggung Piala Dunia
Keberhasilan Norwegia menembus babak 32 besar di Amerika Utara menjadi catatan sejarah tersendiri. Sejak debut di Piala Dunia 1938, Norwegia hanya pernah sekali lolos ke fase gugur yakni pada edisi 1998 di Prancis, di mana mereka mencapai babak 16 besar sebelum dikalahkan Italia. Kini, 28 tahun kemudian, skuad Viking Utara kembali mencicipi fase knockout.
Tim asuhan pelatih Stale Solbakken menunjukkan perkembangan signifikan dalam dua tahun terakhir. Kehadiran Haaland sebagai ujung tombak serangan, ditambah dengan pemain-pemain berbakat seperti Martin Odegaard dan Sander Berge, membuat Norwegia kini disegani di kancah sepak bola internasional. Chemistry yang terbangun di antara lini tengah dan depan menjadi resep keberhasilan mereka.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi sepak bola Norwegia,” ujar Solbakken dikutip dari laman resmi federasi sepak bola Norwegia. “Kami bekerja keras untuk sampai ke titik ini dan para pemain pantas mendapatkan semua pujian. Tapi perjalanan kami belum berakhir.”
Setelah dua pertandingan, Norwegia duduk di posisi kedua Grup I dengan enam poin, hanya kalah selisih gol dari Prancis yang juga mengoleksi enam poin. Kedua tim sudah memastikan tempat di babak 32 besar, namun posisi juara grup masih harus diperebutkan dalam laga pamungkas pada 27 Juni mendatang. Pemenang grup ini akan menghadapi lawan yang lebih ringan di babak selanjutnya.
Persaingan Sepatu Emas Makin Memanas
Performa impresif Haaland langsung menempatkannya di papan atas perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Saat ini ia hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi yang memimpin daftar top skor sementara dengan lima gol, dan berada di posisi yang sama dengan Kylian Mbappe yang juga telah mengoleksi empat gol. Ketiga pemain ini menjadi favorit utama peraih sepatu emas edisi kali ini.
Ketajaman Haaland di depan gawang menjadi senjata utama Norwegia dalam menghadapi laga penentuan melawan Prancis. Pertandingan di Nashville, Tennessee itu akan menentukan juara Grup I sekaligus lawan di babak 32 besar. Duel kontra bek Prancis yang diperkuat pemain-pemain tangguh akan menjadi ujian nyata bagi kegarangan Haaland.
Analis sepak bola Eropa, Raphael Honigstein, menilai Haaland sebagai salah satu striker paling lengkap di generasinya. “Ia memiliki kecepatan, kekuatan fisik, dan penyelesaian akhir yang mematikan. Kombinasi itu membuatnya sulit dihentikan oleh bek mana pun di dunia,” ujar Honigstein dikutip dari The Athletic. “Ia adalah mimpi buruk bagi setiap pertahanan.”
Pelatih Prancis Didier Deschamps pun mengakui ancaman yang dihadirkan Haaland. “Kami tahu betapa berbahayanya dia. Norwegia bukan hanya Haaland, tapi ketika ia berada di atas lapangan, ia selalu bisa menciptakan peluang dari situasi apa pun,” ujar Deschamps dikutip dari laman Federasi Sepak Bola Prancis. “Kami harus menyiapkan rencana khusus untuk menghentikannya.”
Laga Norwegia kontra Prancis diprediksi berjalan sengit mengingat kedua tim sama-sama dalam performa terbaik. Bagi Haaland, kesempatan menunjukkan kualitasnya melawan tim sekelas Prancis menjadi ajang pembuktian bahwa ia layak disejajarkan dengan nama-nama besar seperti Messi dan Mbappe di panggung tertinggi sepak bola dunia. Satu pertandingan tersisa di fase grup akan menjadi panggung pamungkas bagi Haaland untuk menegaskan statusnya sebagai predator paling berbahaya di Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Neymar Menangis Usai 981 Hari Absen: Comeback Emosional di Piala Dunia 2026
Madibo Dilarang Lima Laga: Tekel Brutal yang Hancurkan Piala Dunia Kanada
Paraguay Selangkah Lagi ke Babak 32 Besar: La Albirroja Hadapi Australia di Laga Penentu Grup D
Ricky Pratama Pulang ke Surabaya, Reuni dengan Pelatih Bernardo Tavares di Persebaya