Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Jubir Partai: Tak Membuat Kami Berpuas Diri

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:06 WIB
Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Jubir Partai: Tak Membuat Kami Berpuas Diri

Partai Gerindra menempati posisi puncak elektabilitas dalam survei terbaru Indonesia Political Opinion (IPO) jika pemilihan anggota DPR RI digelar saat ini. Gerindra meraih dukungan 17,5 persen, unggul atas partai-partai lain.

Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menyampaikan apresiasi atas hasil survei tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa capaian ini tidak membuat partainya lengah.

"Tentu kami berterima kasih atas hasil survei yang menempatkan Gerindra mengungguli partai-partai lain, namun itu tidak membuat kami berpuas diri," kata Bahtra saat dikonfirmasi pada Sabtu (8/8).

Bahtra menambahkan, Gerindra akan terus hadir di tengah masyarakat dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Partai juga akan mengawal kebijakan serta program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

"Partai Gerindra akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat dan terus bekerja untuk rakyat serta mengawal kebijakan-kebijakan program strategis pemerintahan Prabowo agar kemanfaatannya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Dalam survei IPO, PDIP berada di posisi kedua dengan elektabilitas 12,8 persen, disusul Golkar 10,4 persen dan Demokrat 8,1 persen. Selanjutnya, PKB memperoleh 7 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen. Sejumlah partai lainnya memperoleh elektabilitas di bawah 2 persen.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menilai posisi Gerindra sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi tidak terlepas dari statusnya sebagai pengusung Presiden Prabowo Subianto. "Gerindra masih menjadi pilihan mayoritas masyarakat, meskipun jika dibandingkan dengan periode survei sebelumnya terjadi penurunan, tetapi itu tetap menempatkan Gerindra sebagai parpol dengan elektabilitas tertinggi saat ini," kata Dedi.

Menurut Dedi, hasil survei tersebut menunjukkan adanya pergeseran preferensi pemilih dalam beberapa tahun terakhir. Gerindra dinilai mulai mengambil sebagian dukungan yang sebelumnya banyak mengarah ke PDIP.

"Tentu dimaklumi sebagai parpol penguasa, Gerindra cenderung mampu mengambil alih porsi pemilih yang sebelumnya dikuasai PDIP. Jika kebijakan Presiden ke depan kian diterima publik, bukan tidak mungkin elektabilitas Gerindra semakin kuat di posisi puncak," jelasnya.

Meski demikian, peta elektabilitas partai politik masih dinamis. IPO mencatat sebanyak 24,6 persen responden belum menentukan pilihan atau memilih merahasiakan pilihannya.

Survei nasional IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen. Sampel dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Responden merupakan masyarakat berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah, dengan komposisi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags