Sebuah insiden penembakan di sebuah sekolah di Thailand mengakibatkan delapan orang tewas, termasuk pelaku yang masih berusia 14 tahun. Belasan lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kementerian Kesehatan Thailand mengonfirmasi bahwa seorang anak perempuan berusia 12 tahun yang terluka dalam serangan Jumat (7/8) lalu meninggal dunia pada Sabtu (8/8) malam, sehingga jumlah korban jiwa menjadi delapan orang. Sebelumnya, pelaku yang merupakan remaja laki-laki menembak mati kakek dan neneknya di rumah mereka sebelum melanjutkan aksi di sekolah.
"Satu orang lagi telah meninggal dunia... seorang anak perempuan berusia 12 tahun," demikian pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Thailand.
Korban tewas lainnya adalah seorang guru matematika, guru psikologi, dan sejumlah staf pengajar. Pelaku juga tewas dalam insiden tersebut. Hingga Sabtu malam, 14 orang masih dirawat di rumah sakit, dengan tujuh di antaranya dalam kondisi kritis.
Polisi masih terus memeriksa saksi-saksi, termasuk orang tua tersangka, untuk mengungkap motif di balik serangan ini. Thailand sendiri dikenal memiliki tingkat kepemilikan senjata api yang tinggi di kawasan Asia Tenggara, dengan perkiraan sekitar 10 juta senjata beredar atau satu senjata untuk setiap tujuh penduduk.
Artikel Terkait
Persebaya Pilih Thailand untuk TC Terakhir, Bawa Modal Juara Piala Presiden
Shin Tae-yong Targetkan Komposisi Utama Persija saat Uji Coba Lawan Chiangrai United
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 75 Orang, 92.735 Jiwa Mengungsi
Persebaya Gelar Pemusatan Latihan di Thailand untuk Perkuat Kekompakan Tim