Kapal tanker milik perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sasaran tembakan militer Iran di Selat Hormuz, Jumat (7/8) waktu setempat. Pemerintah UEA mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan bahwa serangan itu melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2817 yang menjamin kebebasan navigasi dan melarang penargetan kapal komersial di perairan internasional. Mereka bahkan menyebut tindakan Garda Revolusi Iran sebagai pembajakan.
"Kementerian menegaskan bahwa penargetan pelayaran komersial serta penggunaan Selat Hormuz sebagai alat tekanan atau pemerasan ekonomi merupakan tindakan pembajakan oleh Garda Revolusi Iran dan menimbulkan ancaman langsung terhadap stabilitas kawasan beserta penduduknya, serta terhadap keamanan energi global," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Arab Saudi pun langsung bereaksi. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan kecaman keras dan menyatakan solidaritas penuh dengan UEA. Mereka menilai serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan mengancam keamanan pelayaran serta pasokan energi dunia.
"Kerajaan menganggap Iran bertanggung jawab atas konsekuensi dari agresi yang terus dilakukannya dan menuntut agar Iran segera menghentikan pelanggaran-pelanggaran ini demi menjaga keamanan, stabilitas, dan keselamatan kawasan," tulis keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Lebih lanjut, Arab Saudi menegaskan dukungannya terhadap langkah-langkah yang diambil UEA untuk menjaga kedaulatan dan sumber daya negaranya. "Kerajaan menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan negara sahabat Uni Emirat Arab serta dukungannya terhadap segala langkah yang diambil UEA untuk menjaga kedaulatan dan sumber dayanya," tambah pernyataan tersebut.
Serangan ini menjadi yang terbaru dalam rangkaian ketegangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pihak Iran mengenai insiden tersebut.
Artikel Terkait
Mantan Pejabat Intelijen AS: Israel dan Pelobinya Yakinkan Trump Iran Semudah Venezuela
Trump Klaim Perang dengan Iran Segera Berakhir
Harga Minyak Menguat, Komoditas Lain Bervariasi
Harga Minyak Melonjak Akibat RUU Iran Soal Selat Hormuz