Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mendesak Iran untuk menyerah demi mengakhiri perang. Namun, desakan itu langsung dibalas ejekan oleh Teheran.
Seruan Trump disampaikan di tengah kebuntuan negosiasi damai antara kedua negara. Dalam wawancara telepon dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa Iran seharusnya mengibarkan bendera putih sebagai tanda menyerah.
"Mereka seharusnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah," ujar Trump.
Desakan ini muncul setelah kesepakatan sementara yang ditandatangani Washington dan Teheran pada Juni lalu kandas. Kesepakatan yang berisi komitmen untuk menghentikan operasi militer di semua front secara segera dan permanen itu dinyatakan berakhir oleh Trump pada 7 Juli. Seminggu kemudian, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kesepakatan tersebut ditangguhkan. Sejak saat itu, kedua negara kembali saling serang.
Dalam nota kesepahaman (MoU) itu, AS dan Iran sepakat untuk merundingkan kesepakatan final yang mencakup isu-isu lebih luas, termasuk nasib program nuklir Iran, dalam waktu maksimal 60 hari. Batas waktu tersebut resmi berakhir pada Senin (17/8), tepat 60 hari setelah MoU ditandatangani oleh Trump dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Di sisi lain, Iran dan Oman tengah mengadakan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan guna memulihkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global sebelum perang berkecamuk pada akhir Februari.
Artikel Terkait
Iran Sebut Trump Berkhayal Klaim Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
PM Inggris Andy Burnham Tertipu Pesan Palsu dari Oknum yang Mengaku Staf Trump
Iran Kunci Selat Hormuz Sampai AS Penuhi Komitmen Nota Kesepahaman
Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Tegaskan Blokade Laut Tetap Berlaku