Lonjakan harga BBM jenis Pertamax mulai mengubah kebiasaan sehari-hari sebagian anak muda di Jakarta. Tak hanya soal ongkos perjalanan ke kantor, mereka juga harus memutar otak untuk urusan bersenang-senang termasuk saat berkencan.
Salah satunya dialami Arfan (25), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Kepada Kompas.com, Kamis (26/6/2026), ia mengaku mulai mengurangi pemakaian motor dan beralih ke transportasi umum. Bahkan, saat ingin jalan-jalan bersama kekasihnya, ia memilih naik Transjakarta yang tarifnya hanya Rp 3.500. "Karena nyobain ya biar hemat aja, jadi jalan-jalannya naik Transjakarta," ujarnya.
Tak hanya itu, Arfan juga sempat menumpang kendaraan temannya untuk berangkat kerja. "Saking malasnya waktu awal-awal bensin naik, saya berangkat kerja sampai minta nebeng sama temen saya," katanya.
Ia sempat mencoba beralih ke Pertalite setelah harga Pertamax naik pada 10 Juni lalu. Namun, bahan bakar dengan nilai oktan yang tidak sesuai standar motornya justru membuat performa mesin terganggu. "Ketika saya coba pakai Pertalite sekali doang, motor langsung brebet ternyata. Langsung pusing dah, takut kena lagi mesinnya nanti malah mahal lagi servisnya. Sementara pemasukan kita segini-gini aja, enggak ada kenaikan," keluhnya.
Langkah serupa juga dilakukan Sasmita (29), seorang pekerja kantoran. Ia tetap menggunakan Pertamax, tetapi mengurangi intensitas pemakaian sepeda motor. "Saya tetap pakai Pertamax, tapi sekarang ngurangin aja sih pemakaian motornya, banyaknya pakai transportasi umum aja, seringnya naik KRL," tuturnya.
Kini, motor Sasmita lebih sering diparkir di Stasiun Rawa Buaya. Dari sana, ia melanjutkan perjalanan menggunakan KRL menuju Stasiun Pasar Minggu. Ia mengaku hanya menggunakan motor saat akhir pekan. Pada hari kerja, motor hanya dipakai untuk perjalanan dari rumah ke stasiun.
Ia pun telah menghitung pengeluarannya dan merasa jauh lebih hemat. "Parkir itu sehari goceng (Rp 5.000), KRL PP (pulang pergi) Rp 8.000, dikali 22 hari saya hitung itu enggak sampai Rp 300.000. Sementara kalau isi bensin Pertamax sekarang full aja mesti Rp 70.000, seminggu bisa dua kali ngisi," jelasnya.
Beruntung, jarak dari Stasiun Pasar Minggu ke kantornya hanya sekitar satu kilometer dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Ia pun tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk ojek online.
Artikel Terkait
PDI-P Balik Serang Demokrat: Kritik Tak Harus Konstruktif, AHY Dinilai Beri Insinuasi
Menteri Hukum Paparkan Program Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia
Ledakan Keras di Prambanan Bikin Warga Panik, Ternyata Kembang Api untuk Acara Prewedding
Pengamen di Bekasi Bakar Pagar Rumah Warga karena Tak Diberi Uang, Satu Pelaku Ditangkap