Pemerintah Amerika Serikat melonggarkan aturan masuk bagi Timnas Iran menjelang laga pamungkas Grup G melawan Mesir di Seattle, Jumat (26/6). Keputusan ini diambil setelah Federasi Sepak Bola Iran melayangkan protes resmi ke FIFA atas pembatasan visa yang dinilai tidak adil.
Dinamika Pembatasan Visa Timnas Iran
Selama fase grup, Iran hanya diizinkan masuk ke Amerika Serikat sehari sebelum pertandingan dan wajib kembali ke Meksiko pada hari yang sama. Tim besutan Amir Ghalenoei bermarkas di Tijuana, Meksiko, selama turnamen berlangsung.
Kebijakan ini menuai kecaman karena Iran dianggap tidak mendapatkan kesempatan persiapan yang setara dengan tim lain. Pelatih Ghalenoei menyebut timnya sebagai "yang paling tertindas" di turnamen ini.
Protes Resmi dan Respons Pemerintah AS
Federasi Sepak Bola Iran menyatakan akan melayangkan pengaduan resmi ke FIFA. "Pembatasan semacam ini tidak sejalan dengan prinsip penyediaan kondisi yang setara bagi semua tim peserta," tulis federasi dalam pernyataannya kepada BBC.
Andrew Giuliani, direktur eksekutif satuan tugas Piala Dunia Gedung Putih, mengakui perlunya penyesuaian. Untuk dua laga pertama di Los Angeles, jarak tempuh dari Tijuana dinilai masih wajar. Namun perjalanan ke Seattle yang memakan waktu hingga tiga jam memerlukan perubahan kebijakan.
Departemen Keamanan Dalam Negeri AS akhirnya memberikan izin khusus bagi Iran untuk tiba di Seattle dua hari sebelum pertandingan. Namun tim tetap diwajibkan kembali ke Meksiko pada hari yang sama usai laga.
Dimensi Politik di Balik Isu Teknis
Ketegangan diplomatik antara Washington dan Teheran telah berlangsung puluhan tahun. Kebijakan visa yang ketat terhadap Iran dipandang sebagai cerminan dinamika politik bilateral yang masih belum pulih.
Ghalenoei menegaskan bahwa timnya hanya ingin fokus pada sepak bola. "Kami di sini untuk sepak bola, bukan politik," ujarnya dalam konferensi pers. Namun realitasnya, pengaturan perjalanan tim Iran tetap berada dalam pusaran kepentingan politik kedua negara.
Laga Iran melawan Mesir pada Jumat mendatang akan menjadi penentu nasib tim asal Timur Tengah tersebut di Piala Dunia 2026. Perubahan kebijakan visa ini setidaknya memberikan ruang persiapan yang lebih layak bagi skuad asuhan Ghalenoei.
Artikel Terkait
Colombia Pastikan Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Pahlawan Los Cafeteros
Tujuh Negara Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
PSM Makassar Masih Utang Sewa Stadion BJ Habibie Rp115 Juta, Klaim Pembayaran Sedang Berproses
Proses Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker Masuki Tahap Akhir di DPR