Eks Hakim MK: Negara 98 Persen Ateis Bebas KKN, RI 98 Persen Religius Justru Paling Rusak

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:00 WIB
Eks Hakim MK: Negara 98 Persen Ateis Bebas KKN, RI 98 Persen Religius Justru Paling Rusak

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat mengaku mendapat pelajaran penting dari perbincangannya dengan seorang hakim asal Skandinavia. Percakapan itu terjadi saat ia menghadiri Kongres Mahkamah Konstitusi Sedunia di Madrid, dan membawanya pada perenungan mendalam tentang hubungan antara religiusitas dan penegakan hukum.

Arief menceritakan, dalam diskusi tersebut ia sempat mempertanyakan kondisi negara Skandinavia yang mayoritas penduduknya ateis, tetapi justru dikenal memiliki tata kelola pemerintahan yang baik dan tingkat kepatuhan hukum yang tinggi. "Saya bilang negara Anda itu 98 persen ateis, tapi kenapa di sana tak ada KKN, tidak ada pelanggaran hukum, tak ada abuse of power," ujarnya dalam sebuah video.

Jawaban hakim tersebut sontak membuat Arief terkejut. "Dia jawab, urusan dunia selesaikan baik-baik di dunia. Mereka tidak percaya penyelesaian di surga atau neraka," kata Arief menirukan.

Baginya, jawaban itu menjadi bahan perenungan. Ia lantas membandingkan dengan kondisi Indonesia yang mayoritas penduduknya religius. "Saya terpukul, karena negeri saya 98 persen religius, paling dominan Islam, tapi paling rusak, rusaknya sebagaimana sekarang ini," ujarnya.

Menurut Arief, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa tingkat religiusitas masyarakat saja tidak cukup untuk memastikan terciptanya pemerintahan yang bersih dan kepatuhan terhadap hukum. Ia menegaskan, ada faktor lain yang lebih menentukan dalam membangun integritas penyelenggara negara.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags