Ancaman Bom dan Senjata Bayangi Messi Sepanjang Piala Dunia 2026

- Senin, 10 Agustus 2026 | 10:30 WIB
Ancaman Bom dan Senjata Bayangi Messi Sepanjang Piala Dunia 2026

Laporan kepolisian Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Lionel Messi menjadi pemain yang paling banyak menerima ancaman selama Piala Dunia 2026. Ancaman tersebut bahkan mencakup rencana serangan bersenjata dan bom yang menyasar kapten timnas Argentina itu.

Salah satu insiden terjadi menjelang pertandingan Argentina melawan Yordania pada fase gugur. Seorang pria menghubungi Bandara Dallas dan mengaku akan menuju stadion bersama dua orang lainnya sambil membawa senjata api AR-15 serta bom rakitan. Dalam laporan yang dikutip dari dokumen kepolisian, Messi disebut secara spesifik sebagai target, begitu pula aparat keamanan dan pemain dari kedua tim.

Ancaman serupa kembali muncul saat Argentina menghadapi Mesir. Sebuah ancaman di media sosial menyebut rencana penyerangan menggunakan bahan peledak, dan seorang pria melaporkan telah menempatkan tiga bom di tempat sampah di area tribun. Setelah pemeriksaan menyeluruh dengan anjing pelacak, ancaman itu dinyatakan palsu.

Meski dihantui situasi keamanan yang genting, Messi tetap tampil penuh sepanjang turnamen. Ia mencetak gol saat Argentina mengalahkan Yordania 3-1 dan kembali mencetak gol dalam kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir, sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan di menit akhir. Hasil itu membawa Argentina melaju hingga final, namun langkah mereka terhenti setelah kalah 0-1 dari Spanyol melalui babak tambahan waktu.

Banyak Gangguan

Kasus Messi bukan satu-satunya persoalan keamanan yang muncul. Laporan kepolisian mencatat ancaman dan gangguan terhadap sejumlah pemain, wasit, dan tim nasional. Cristiano Ronaldo, misalnya, menjadi perhatian aparat setelah ada laporan individu mencurigakan yang mencoba mencari tahu tempat tinggalnya. Wasit asal Prancis, François Letexier, menerima lebih dari 6.000 pesan bernada ancaman setelah laga Argentina melawan Mesir, dan asisten wasit video Willy Delajod juga menjadi sasaran intimidasi.

Rangkaian insiden ini menunjukkan bahwa pengamanan pemain dan perangkat pertandingan menjadi tantangan besar dalam penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags