Gempa M7,4 Guncang Kolombia, 21 Tewas dan Bangunan Runtuh

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:35 WIB
Gempa M7,4 Guncang Kolombia, 21 Tewas dan Bangunan Runtuh

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia bagian barat pada Senin (10/8/2026), menewaskan sedikitnya 21 orang dan merobohkan sejumlah bangunan. Guncangan dahsyat itu terasa hingga ke beberapa kota utama, memicu respons darurat nasional.

Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar, mengonfirmasi 18 korban tewas di kotanya. Sementara itu, di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan lebih dari 32 bangunan mengalami kerusakan total atau sebagian. Otoritas setempat juga menangguhkan seluruh kegiatan akademik di Manizales setelah terjadi kebocoran gas dan listrik.

Di Quibdo, laporan awal menyebutkan satu orang tewas, sejumlah warga terluka, dan banyak bangunan rusak parah. Guncangan gempa tercatat terjadi pada pukul 12.34 GMT dengan episentrum sekitar 5 kilometer di sebelah timur kota San Jose del Palmar, menurut Survei Geologi AS (USGS). Gempa berasal dari kedalaman 107 kilometer.

Meski kekuatannya signifikan, Sistem Peringatan Tsunami AS memastikan tidak ada ancaman tsunami bagi negara bagian California, Oregon, Washington, Alaska, maupun British Columbia di Kanada. Pihak berwenang Kolombia juga menyatakan tidak ada potensi tsunami di wilayah Pasifik Kolombia.

Dampak gempa turut melumpuhkan sejumlah bandara. Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan kerusakan di Bandara Alfonso Bonilla Aragon di Cali, dan menangguhkan operasi penerbangan di Bandara Popayan karena abu vulkanik dari Gunung Purace yang meletus menyusul aktivitas seismik. Sebelumnya, operasi di bandara Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura juga dihentikan untuk penilaian struktural.

Kedutaan Besar AS di Bogota mengatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat dan mendesak warga Amerika untuk tetap waspada terhadap informasi lokal serta menjaga komunikasi dengan keluarga.

Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella langsung memimpin respons darurat. “Negara hadir dan mengambil tindakan,” ujarnya. Ia memerintahkan pembentukan pos komando terpadu untuk mengoordinasikan upaya penanggulangan dan meminta laporan komprehensif dari direktur Unit Nasional untuk Manajemen Risiko Bencana mengenai situasi di Pereira, kota yang berjarak sekitar 240 kilometer di barat ibu kota Bogota. Presiden juga berencana terbang ke Pereira untuk mendukung para korban dan memantau langsung penanganan pemerintah.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags