Korban tewas akibat gempa dahsyat berkekuatan magnitudo (M) 7,4 yang mengguncang Kolombia terus bertambah. Hingga kini, jumlah korban jiwa telah mencapai 265 orang. Hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, dalam sebuah pernyataan resmi.
"Kami akan melakukan apa yang diperlukan," ujar Abelardo, menegaskan komitmennya untuk memulihkan keadaan. "Bangkit kembali sebagai sebuah negara dan sebagai sebuah masyarakat," imbuhnya.
Gempa yang terjadi pada Senin (10/8) pagi itu menjadi salah satu gempa terkuat yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. Guncangannya merusak kawasan penghasil kopi di negara tersebut, termasuk rumah, apartemen, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.
Di sejumlah kota yang terdampak parah, petugas penyelamat bekerja sepanjang malam dengan menggunakan alat berat seperti derek dan ekskavator. Mereka juga menggunakan tangan kosong untuk menyingkirkan puing-puing bangunan demi menemukan korban yang masih hidup.
Rumah dan Bangunan Runtuh
Di Cali, warga berkumpul di jalan setelah sebagian rumah dan blok apartemen runtuh. Sejumlah keluarga terpaksa memasak di luar rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Salah satu rumah sakit di kota tersebut juga mengalami kerusakan parah. Beberapa lantai teratas, termasuk area yang digunakan untuk perawatan anak, runtuh.
Artikel Terkait
Gempa Dahsyat Kolombia Tewaskan 224 Orang, Ribuan Hilang
Gempa M7,4 di Kolombia Tewaskan 132 Orang
Gempa M7,4 di Kolombia Tewaskan 132 Orang, Ratusan Luka
Gempa 7,4 Magnitudo Guncang Kolombia, 111 Orang Tewas