Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mengoperasikan dapur umum untuk melayani kebutuhan makan bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dapur umum tersebut dibangun di tiga titik, yaitu Mano, Kecamatan Lamba Leda Selatan; Pota, Kecamatan Sambi Rampas; dan Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas dalam penanganan bencana gempa di NTT. "Pada penanganan bencana di NTT, pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban terdampak menjadi salah satu hal yang penting. Tim terus bergerak memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan menyalurkan bantuan logistik dan membangun dapur umum," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (20/8).
Dapur umum lapangan yang didirikan sejak 19 Agustus tersebut merupakan hasil kerja sama antara Kemensos, Dinas Sosial, Tagana, TKSK, pendamping PKH, dan pemerintah daerah. Setiap harinya, dapur umum di tiga titik itu memproduksi total 6.000 bungkus makanan siap saji untuk dua kali makan.
Selain mendirikan dapur umum, Kemensos melalui Gudang Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur juga menyalurkan berbagai bantuan logistik. Bantuan tersebut meliputi beras reguler 5 ton, sembako 1.000 paket, tenda regu 3 unit, tenda pleton 2 unit, tenda keluarga 8 unit, dapur umum lapangan 3 unit, selimut 24 lembar, tenda serba guna 2 unit, kasur 24 lembar, tenda gulung 35 lembar, dan tenda keluarga portable 4 unit.
Tim Tagana dan tim dari Direktorat PSKB Kemensos juga diterjunkan ke lokasi terdampak untuk melakukan asesmen, pendataan, serta verifikasi dan validasi data korban. Hingga Rabu (19/8), gempa di Manggarai Timur berdampak pada 24.846 kepala keluarga, dengan 19.803 jiwa mengungsi. Korban meninggal dunia tercatat 25 jiwa, luka berat 16 jiwa, dan luka ringan 52 jiwa.
Bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum. Sebanyak 12.423 unit rumah rusak, 15 titik jalan, 6 titik jembatan, 9 titik irigasi, 309 titik gedung sekolah, 24 titik puskesmas, 42 titik rumah ibadah, dan 58 titik fasilitas pemerintah terdampak.
Hingga saat ini, Kemensos bersama tim gabungan terus melakukan verifikasi data korban dan kerusakan bangunan. Layanan pemenuhan kebutuhan dasar di dapur umum akan terus berlangsung, mengingat sebagian besar warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian, baik komunal maupun mandiri.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG untuk mengantisipasi gempa susulan.
Artikel Terkait
923 Sekolah di NTT Terdampak Gempa, Kemendikdasmen Siapkan 100 Tenda Kelas Darurat
Mensos Siapkan Santunan Rp15 Juta untuk Ahli Waris Korban Gempa NTT
BMKG: Butuh Puluhan Tahun untuk Gempa Besar Terulang di NTT
Di Tengah Gempa dan Listrik Padam, Operasi Caesar Darurat Selamatkan Ibu dan Bayi di NTT