IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883, Ikuti Tekanan Global

- Rabu, 24 Juni 2026 | 16:45 WIB
IHSG Anjlok 3,56% ke 5.883, Ikuti Tekanan Global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot tajam pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, setelah sempat dibuka di zona hijun pagi hari. Tekanan jual yang berlangsung sepanjang sesi membuat indeks utama Bursa Efek Indonesia terperosok ke level terendahnya dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data RTI, IHSG ambles 217,451 poin atau setara 3,56 persen ke posisi 5.883,881. Padahal, indeks sempat dibuka di level 6.128 dan menyentuh titik tertinggi harian di 6.171. Namun, seiring berjalannya waktu, laju IHSG terus melemah hingga mencapai level terendah di 5.876.

Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 26,751 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp15,207 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.338,125 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2.037.680 kali. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 98 saham yang berhasil menguat, sementara 611 saham lainnya melemah, dan 104 saham stagnan.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan yang merata di pasar global. Sehari sebelumnya, Wall Street ditutup kompak turun pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Aksi jual besar-besaran di sektor teknologi dan semikonduktor memicu koreksi luas. Nasdaq Composite terkoreksi 2,21 persen, S&P 500 turun 1,44 persen, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,09 persen.

Bursa Asia pun tak luput dari tekanan. Indeks Nikkei 225 Jepang ambles 3,55 persen, Topix melemah 2,56 persen, Hang Seng Hong Kong turun 1,82 persen, Taiex Taiwan berkurang 1,34 persen, ASX 200 Australia terkoreksi 0,33 persen, dan CSI 300 China turun 2,77 persen. Kondisi paling parah terjadi di Korea Selatan, di mana indeks Kospi anjlok 10 persen dan Kosdaq merosot 7,94 persen. Pelemahan yang ekstrem itu bahkan memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt. Tekanan di Korea Selatan dipicu oleh meningkatnya aksi ambil untung dari investor asing.

Di tengah lautan merah itu, hanya Straits Times Singapura yang berhasil mencatatkan kenaikan tipis 0,03 persen, sementara FTSE Malaysia melemah 1,23 persen.

Sebelumnya, IHSG pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, ditutup turun 0,25 persen ke level 6.101,33. Pelemahan itu disertai aksi jual bersih (net sell) asing sebesar Rp311,60 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BMRI, DSSA, NATO, BBCA, dan ASII.

Retail Research Analyst BNI Sekuritas Muhammad Lutfi Permana sebelumnya menyampaikan bahwa IHSG berpeluang mengalami rebound teknikal jangka pendek pada hari ini. Namun, ia tetap mengingatkan investor untuk waspada karena indeks masih rentan terhadap koreksi lanjutan.

"Diperkirakan support IHSG di level 6.060-6.000 dan resist IHSG pada level 6.160-6.190," ungkap Lutfi dalam riset hariannya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar