Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyatakan keengganannya membeli tiket pertandingan Piala Dunia 2026 karena dianggap terlalu mahal. Pernyataan itu disampaikan di tengah persiapan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung pada 12 Juni hingga 14 Juli mendatang di tiga negara, yakni Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko.
Piala Dunia edisi ke-23 ini untuk pertama kalinya akan diikuti oleh 48 negara, menjadikannya ajang paling meriah dalam sejarah. Namun, euforia yang biasanya menyelimuti gelaran akbar ini justru sedikit meredup. Selain ketegangan politik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, faktor utama yang menjadi sorotan adalah lonjakan harga tiket yang dinilai tidak masuk akal oleh sebagian kalangan.
Hingga saat ini, belum ada tiket pertandingan yang melibatkan tim-tim besar yang ludes terjual. Sebagai gambaran, laga pembuka antara Timnas Amerika Serikat melawan Timnas Paraguay dibanderol dengan harga termurah mencapai 1.120 dolar AS, atau setara sekitar Rp19,4 juta. Angka tersebut telah diumumkan oleh FIFA sejak Desember 2025.
Trump menilai harga setinggi itu tidak hanya memberatkan masyarakat kelas menengah, tetapi juga tidak terjangkau oleh kalangan menengah ke atas yang tinggal di New York. “Saya dengan senang hati akan berada di sana untuk menonton pertandingan, tapi sejujurnya saya tidak akan mau membeli tiket juga,” ujar Trump dalam pernyataannya yang dikutip dari The Guardian, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, “Jika orang-orang dari daerah elit Queens dan Brooklyn, serta mereka yang mencintai Trump, tidak bisa menonton, saya akan kecewa.”
Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan pembelaan atas kebijakan harga tersebut. Menurutnya, mahalnya tiket Piala Dunia 2026 sudah disesuaikan dengan target pasar. “Kita harus melihat ke pasar. Kami berada di pasar di mana industri hiburan paling maju di dunia. Jadi kami harus menerapkan tarif pasar,” klaim Infantino.
Artikel Terkait
Aether AI Jalin Kemitraan Strategis dengan Crawford Software untuk Ekspansi ke Pasar AS dan Asia
Survei: 98% Masyarakat Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, Pemerintah dan Dunia Usaha Percepat Ekonomi Hijau
Pengusaha Tolak Rencana Penerapan Skema Kontrak Bagi Hasil Ala Migas di Sektor Tambang Minerba
MNC Digital Resmi Luncurkan V+Short, Platform Micro Drama Premium untuk Pasar Global