Ratusan personel keamanan gabungan dikerahkan untuk mengawal laga panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan Kompetisi BRI Liga 1 2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu, 10 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan yang mungkin timbul dari pertemuan dua kubu suporter yang dikenal memiliki rivalitas tinggi.
Kapolresta Samarinda, Kombes Hendri Umar, mengungkapkan bahwa sebanyak 620 personel diterjunkan dalam operasi pengamanan tersebut. Personel tersebut terdiri dari unsur Polresta Samarinda, Brimob, Kodim 0901, Denpom, serta tambahan 60 personel dari Polres Kukar. “Kami menyiapkan pasukan dalam jumlah besar untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Kami juga berkoordinasi dengan Polresta Balikpapan guna memantau pergerakan suporter,” tegas Hendri di Samarinda, Jumat, 8 Mei 2026.
Pertandingan yang seharusnya digelar di Jakarta ini terpaksa dipindahkan ke Samarinda. Menurut Hendri, keputusan tersebut diambil karena situasi keamanan di Ibu Kota dinilai kurang kondusif untuk menyelenggarakan laga sekelas El Clasico Indonesia. “Karena kondisi keamanan di Jakarta dianggap rawan, pertandingan yang seharusnya menempatkan Persija sebagai tuan rumah dipindahkan ke Stadion Segiri. Ini merupakan arahan langsung dari Mabes Polri yang telah disetujui oleh operator Liga 1,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Persija Jakarta telah menyerahkan urusan penyelenggaraan pertandingan kepada Steward Service Officer (SSO) Borneo FC. Polresta Samarinda pun bersinergi dengan berbagai instansi terkait, seperti TNI, Damkar, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan, untuk memastikan seluruh aspek pengamanan berjalan optimal.
Sesuai regulasi Liga 1 mengenai pembatasan suporter tim tamu, Hendri menegaskan bahwa hanya pendukung Persija, yakni Jakmania, dan penonton umum yang diperbolehkan hadir di stadion. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perwakilan suporter kedua belah pihak untuk menjaga kondusivitas. “Viking (pendukung Persib) sudah berkomitmen untuk tidak hadir di stadion karena status tim mereka sebagai tim away. Sementara Jakmania akan ikut mengawal agar situasi tetap kondusif,” jelas Hendri.
Panitia pelaksana juga melakukan penyesuaian terhadap kuota tiket. Rencana awal yang menargetkan 9.000 penonton, kini hanya disediakan 7.500 tiket untuk umum. Sementara itu, 1.500 tiket sisanya dialokasikan khusus bagi tamu undangan dan sponsor. “Rekan-rekan Jakmania di Samarinda akan memastikan penonton yang hadir adalah anggota asli atau masyarakat lokal. Kami ingin memastikan laga ini berjalan aman, tertib, dan menghibur,” pungkas Kapolres.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kenakan Barong Bermotif Batik di Jamuan Makan Malam KTT ASEAN ke-48 di Filipina
Kementerian Agama Gelar Gerakan Ekoteologi dan 3R Semarakkan Waisak 2570 BE
Pendiri Ponpes di Pati Perkosa Santriwati dengan Modus Doktrin dan Ancaman Putus Jalur Keilmuan
Pembangunan Sekolah Rakyat Cirebon Capai 40 Persen, Brantas Abipraya Optimistis Rampung Tepat Waktu