Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha menggelar gerakan ekoteologi dan kepedulian lingkungan untuk menyemarakkan perayaan Waisak 2570 Buddhist Era yang tahun ini jatuh pada 31 Mei 2026. Aksi yang meliputi program Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) serta pembersihan rumah ibadah dan kawasan pendidikan Buddha ini digelar serentak di sejumlah titik di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Jumat, 8 Mei 2026.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Supriyadi, menyatakan bahwa kegiatan berbasis penguatan ekoteologi ini merupakan wujud nyata implementasi ajaran agama yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi bangsa dan negara. Menurutnya, peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak harus dibarengi dengan aktivitas-aktivitas yang memperkuat dan menambah sukacita umat.
“Karena itulah kami Ditjen Bimas Buddha telah menggelorakan sebuah semangat menyemarakkan Waisak dengan gerakan sebulan persiapan-persiapan yang kita sebut dengan Vesakha Sananda,” kata Supriyadi saat membuka kegiatan di Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Maha Prajna Jakarta.
“Ini semua sebagai sebuah penganda, mari kita siapkan diri kita. Kita semarakkan Hari Raya Waisak itu dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat yang nantinya akan membawa kebahagiaan, sukacita,” sambungnya.
Lebih lanjut, Dirjen Bimas Buddha menjelaskan bahwa pihaknya telah mengimplementasikan kebijakan Menteri Agama melalui Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2025 terkait kepedulian terhadap lingkungan. Program yang telah dijalankan meliputi pelatihan eco enzyme yang akan dilanjutkan dengan penuangan pada 10 Mei 2026 mendatang, serta gerakan 3R yang digelar pada hari yang sama.
“Artinya apa? Mari kita kurangi konsumsi-konsumsi yang kurang bermanfaat. Mari kita kendalikan nafsu kita. Kita makan, kita gunakan barang-barang konsumtif secara terukur agar tidak menyisakan barang konsumtif yang kita konsumsi,” jelasnya.
Supriyadi menekankan bahwa gerakan mengurangi, menggunakan kembali, dan mengolah sampah ini perlu dikuatkan melalui pendekatan keagamaan yang disebut ekoteologi. Ia mengajak seluruh umat Buddha untuk berpartisipasi secara serentak, baik di rumah ibadah, satuan pendidikan, maupun di rumah masing-masing.
“Semoga kita semua dapat berkontribusi dalam rangka menjaga dan melestarikan alam semesta sebagaimana ajaran kita, bahwa kita tidak dapat hidup sendiri, kita dengan alam semesta senantiasa berkaitan,” ajak Dirjen.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bimas Buddha, Triroso, menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan secara serentak ini merupakan sosialisasi dari gerakan ekoteologi yang pada hakikatnya sudah tertuang dalam ajaran Buddha. “Dan hari ini kita menyosialisasikan terkait juga ekoteologi, yaitu berkait dengan pelestarian lingkungan secara teologi, secara Buddhis, atau secara keyakinan lain. Berarti kita keyakinan secara Buddhis, tentu sebenarnya ekoteologi itu sudah ada di kita, di sutta-sutta juga sudah ada,” tutur Triroso saat melakukan aksi bersih di Vihara Indraloka, Tangerang, Banten.
Di tempat terpisah, Ketua Vihara Dhamma Metta Cikarang, Sukarya, mengucapkan terima kasih atas kedatangan para pegawai Ditjen Bimas Buddha yang telah bersama-sama melaksanakan gerakan ekoteologi dan fangshen, serta memberikan sejumlah alat kebersihan dan perlengkapan lainnya kepada vihara tersebut.
Secara umum, kegiatan berbasis penguatan kepedulian terhadap lingkungan yang berlandaskan spiritualitas ini dilaksanakan serentak secara nasional dengan melibatkan organisasi keagamaan Buddha serta berbagai elemen umat Buddha. Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bimas Buddha sendiri, dalam gerakan serentak ini, menebar aksi kebaikan pada sembilan titik lokasi yang meliputi rumah ibadah agama Buddha, Dhammasekha, serta vihara di kawasan Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Artikel Terkait
225 Calon Haji OKU Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci
Polisi Kerahkan Puluhan Brimob Jaga Ketat Gedung di Hayam Wuruk, Jakpus
Suporter Persipura Rusuh Usai Timnya Gagal Promosi ke Super League
Presiden Prabowo Kenakan Barong Bermotif Batik di Jamuan Makan Malam KTT ASEAN ke-48 di Filipina