Seorang pria berinisial H (63) ditemukan tewas tergantung di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, pada Selasa (23/6/2026) sore. Jasad korban pertama kali diketahui oleh petugas TPU yang mencurigai adanya sepeda motor terparkir dalam waktu lama tanpa pemilik di lokasi tersebut.
Kanit Reskrim Polsek Gunungputri, Ipda Rudolf Luato Pasaribu, membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebutkan bahwa petugas TPU yang hendak pulang sekitar pukul 16.00 WIB merasa aneh dengan keberadaan motor yang terus terparkir. “Kemudian petugas mencari pemilik sepeda motor dan kemudian menemukan ada orang dalam kondisi tergantung di pohon. Mengetahui hal tersebut, petugas melaporkan ke pihak kepolisian,” ujar Rudolf saat dikonfirmasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal akibat gantung diri. Dugaan ini diperkuat dengan temuan di lokasi serta kondisi psikologis korban belakangan ini. “Diduga almarhum meninggal karena gantung diri, karena stres atau frustrasi ditinggal oleh istrinya yang meninggal karena sakit kanker,” kata Rudolf menambahkan.
Sementara itu, terkait informasi yang beredar bahwa korban bekerja sebagai pengemudi ojek daring, pihak kepolisian belum dapat memastikan kebenarannya. “(Korban) inisial H, untuk info bahwa almarhum merupakan ojol kita belum bisa konfirmasi, belum dapat infonya,” tegas Rudolf.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan psikologis bagi mereka yang tengah berduka atau mengalami tekanan mental berat. Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Artikel Terkait
Apindo Sambut Positif Stimulus Rp26,34 Triliun, Dorong Daya Beli Masyarakat
Penjualan Chip AI Samsung HBM4 Tembus Rp17 Triliun dalam Empat Bulan
Didier Deschamps Tinggalkan Timnas Prancis Usai Sang Ibunda Meninggal, Laga Penentu Grup I Lawan Norwegia Ditangani Asisten
Pemerintah DKI Terima 499 Sertifikat Tanah Senilai Rp22,2 Triliun sebagai Kado HUT ke-499 Jakarta