Gubernur Jambi Ajak Ulama Gelar Salat Istisqa di Tengah Karhutla

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:18 WIB
Gubernur Jambi Ajak Ulama Gelar Salat Istisqa di Tengah Karhutla

Gubernur Jambi Al Haris mengajak para ulama, kiai, dan imam masjid untuk menggelar salat istisqa atau salat meminta hujan. Ajakan ini disampaikan di tengah cuaca panas dan kering yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut.

Ajakan itu disampaikan Al Haris saat meninjau sekaligus membantu pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (9/8). Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi, luas karhutla sepanjang 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 300,12 hektare.

Karhutla terluas tercatat di Kabupaten Sarolangun dengan 87,32 hektare. Disusul Tanjung Jabung Barat 58,10 hektare, Batanghari 50,03 hektare, Muaro Jambi 37,99 hektare, Tebo 30,76 hektare, Tanjung Jabung Timur 22,71 hektare, dan Merangin 3,25 hektare.

Di tengah kondisi tersebut, Al Haris meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memastikan tidak ada lahan yang terbakar di wilayah masing-masing. "Pastikan lahan-lahan di desa kita aman dari api. Saya minta tolong masyarakat desa di mana pun di Jambi ini, pastikan desanya tidak ada lahan yang terbakar," ujarnya dalam siaran pers yang diterima.

Ia juga meminta desa yang memiliki kawasan gambut melakukan pemetaan dan meningkatkan kesiapsiagaan. Tim relawan desa diminta menjadi pihak yang pertama bergerak jika menemukan titik api. "Petakan daerah gambut. Yang di desa-desanya ada gambutnya, mohon betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan di desa masing-masing," katanya.

Ajak Salat Istisqa

Selain meningkatkan kewaspadaan, Al Haris mengajak para ulama, kiai, dan imam masjid melaksanakan salat istisqa. Ajakan itu disampaikan karena kondisi Jambi semakin panas dan kering. Persediaan air mulai sulit, sementara debu juga mulai terlihat di sejumlah lokasi.

"Mohon pada para ulama, kiai, imam masjid, mari kiranya kita sediakan waktu kita habis salat wajib untuk melakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan cepat di bumi Jambi ini," tuturnya.

Al Haris juga meminta masyarakat mendoakan personel yang masih berjibaku menangani karhutla agar seluruh proses pemadaman berjalan lancar dan tidak menimbulkan korban. "Mohon doakan kami, mohon doanya agar kami, tim bekerja selamat, sukses, tidak ada korban, dan api bisa dipadamkan," kata Al Haris.

Sehari setelah meninjau lokasi karhutla, Al Haris mengikuti rapat koordinasi penanganan peningkatan eskalasi karhutla bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup, Senin (10/8). Dalam rapat tersebut, Al Haris melaporkan perkembangan karhutla di Kabupaten Muaro Jambi. Berdasarkan laporan yang disampaikan, lahan yang terbakar mencapai sekitar 50 hektare.

"Sudah kita laporkan, mudah-mudahan tidak akan meluas lagi. Tim masih terus bekerja sampai hari ini," ujar Al Haris. Menurut dia, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang terlihat, tetapi juga pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di kawasan gambut.

"Kami akan terus bekerja dan saling berkoordinasi untuk memadamkan api," tegasnya. Al Haris memastikan Satgas Karhutla Provinsi Jambi bersama seluruh unsur terkait terus berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Ia juga meminta masyarakat ikut memantau potensi munculnya titik api di wilayah masing-masing.

"Masyarakat diminta terlibat dalam meminimalisir kejadian karhutla, karena mereka yang mengetahui kondisi di lapangan," pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags