Seorang ibu yang tengah membonceng anaknya di kawasan Koja, Jakarta Utara, menjadi korban pelemparan bom molotov hingga membuatnya panik histeris dan terjatuh dari sepeda motor. Peristiwa itu terjadi pada pagi hari, tepatnya pukul 09.00 WIB, di Jalan Mandiri II, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja. Saat itu, korban tengah dalam perjalanan menuju pasar menggunakan sepeda motor.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa korban terkena dampak langsung dari lemparan benda tersebut. Akibatnya, bagian dashboard sepeda motor yang dikendarainya ikut terbakar. “Saat kejadian, korban seorang perempuan sedang melintas menggunakan sepeda motor menuju pasar, kemudian terkena dampak pelemparan tersebut hingga bagian dashboard sepeda motornya terbakar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (22/6/2026).
Polisi telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian dan memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Dari hasil penelusuran tersebut, aparat menduga pelaku pelemparan berjumlah sekitar empat orang. “Dari rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah sekitar empat orang,” imbuh Budi.
Selain memeriksa rekaman, pihak kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa pecahan botol yang digunakan sebagai molotov. Meskipun demikian, korban diimbau untuk segera membuat laporan resmi ke kepolisian guna memperkuat proses penyelidikan.
“Polsek Koja telah mengarahkan korban membuat laporan polisi. Saat ini perkara masih dalam proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, termasuk mendalami motif kejadian,” lanjut Budi. Pihak kepolisian berkomitmen mengusut tuntas peristiwa tersebut.
Sementara itu, peristiwa ini terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, tampak korban melintas di sebuah gang sempit dengan membonceng anaknya yang masih balita. Di lokasi, terlihat empat orang pria sedang duduk-duduk mengobrol. Beberapa saat setelah korban melewati mereka, tiba-tiba sebuah benda diduga molotov dilemparkan ke arah korban.
Kejadian itu membuat korban panik dan berteriak histeris. Ia bersama anaknya kemudian terjatuh setelah sepeda motornya menabrak pintu. Warga yang sedang berkumpul di sekitar lokasi sontak bereaksi. Sebagian dari mereka langsung mengejar pelaku, bahkan ada yang mengambil senjata tajam untuk ikut memburu. Di sisi lain, sebagian warga lainnya berupaya menolong korban dengan mengambil air dan menyiramkannya ke arah kobaran api serta tubuh korban.
Artikel Terkait
Kemendag Lepas Ekspor Fabrikasi Baja Struktural ke Kanada Senilai Rp3,85 Miliar
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Ribuan Bal Pakaian Bekas Ilegal dari Perbatasan Kalimantan
Ronaldo Cetak Sejarah: Gol di Enam Edisi Piala Dunia Berbeda
Inggris vs Ghana Perebutkan Puncak Klasemen Grup L Piala Dunia 2026, Pemenang Laga Langsung Lolos ke 32 Besar