Proyek Irigasi Bendung dan Embung Lalengrie di Bone, yang nilainya tembus Rp68 miliar lebih, kini digantung. Setelah rapat panjang dengan Dinas SDACKTR Sulsel dan kontraktornya, Komisi D DPRD Sulsel ngotot minta pekerjaan dihentikan sementara. Alasannya? Banyak hal yang belum jelas.
Anggota Komisi D, Muhamad Sadar, bersikeras. Menurut dia, melanjutkan pekerjaan fisik tanpa rekomendasi teknis yang solid itu terlalu berisiko.
"Saya minta dengan tegas, proyek ini di-hold dulu sebelum ada rekomendasi ahli," tegas Sadar.
Intinya, jangan asal jalan dulu sebelum ada lampu hijau dari para ahli konstruksi.
Keputusan ini muncul setelah tim Komisi D turun langsung ke Desa Ujung Lamuru, Kecamatan Lappariaja. Apa yang mereka lihat di sana cukup memprihatinkan. Banyak saluran irigasi yang sudah dibangun ternyata menganggur tidak dialiri air. Jadi, meski fisiknya berdiri, manfaatnya bagi petani setempat masih dipertanyakan.
"Banyak yang tidak berfungsi secara maksimal. Artinya, pembangunan irigasi ini manfaatnya belum dirasakan betul masyarakat," ujar Sadar menjelaskan temuan lapangan itu.
Persoalan lain yang jadi ganjalan adalah soal kajian kelayakan. Sebelumnya, studi ini melibatkan Universitas Hasanuddin, tapi rekomendasinya hingga kini belum kunjung terbit. Padahal, anggaran untuk perbaikan dan lanjutan proyek tahun jamak ini sudah dianggarkan lagi di APBD 2025.
"Kesepakatan pada rapat sebelumnya sudah jelas harus ada rekomendasi dari Unhas. Tapi, sampai sekarang belum ada hasilnya, dan sudah mau dianggarkan lagi. Apakah ini layak diperbaiki atau tidak?" tanyanya lagi.
Tanpa rekomendasi itu, Komisi D khawatir proyek ini cuma akan jadi pemborosan uang daerah belaka. Mereka mempertanyakan urgensi mengucurkan dana lanjutan jika dasarnya masih goyah.
Ketua Komisi D, Kadir Halid, menegaskan kesepakatan akhir rapat.
"Kita sudah rekomendasikan pengerjaan proyek disetop sementara," pungkas Kadir.
Jadi, untuk sementara, proyek besar ini akan berhenti. Semua pihak kini menunggu kata putus dari tim ahli. Nasib irigasi senilai miliaran rupiah itu pun masih menggantung.
Artikel Terkait
Sekjen Golkar Desak Polisi Usut Tuntas Penusakan yang Tewaskan Ketua DPD Maluku Tenggara
Anggota DPR Mangihut Sinaga Sebut Ancaman Narkoba pada Generasi Muda Sudah Darurat
Mantan Pimpinan DPRD Sulsel Bantah Pernah Bahas Anggaran Bibit Nanas
Presiden Bentuk Satgas Khusus untuk Akselerasi Program Ekonomi