Rencana pembicaraan langsung antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali menemui jalan buntu. Iran secara tegas menyatakan tidak akan menghadiri putaran negosiasi berikutnya. Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari jelang berakhirnya gencatan senjata di Timur Tengah, dan tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengirim negosiatornya ke Pakistan.
Menurut stasiun televisi pemerintah IRIB, yang mengutip sumber-sumber dalam negeri, saat ini sama sekali tidak ada rencana untuk ikut serta dalam pembicaraan dengan AS. Pernyataan serupa dilontarkan oleh kantor berita Fars dan Tasnim. Mereka mengutip sumber anonim yang menggambarkan suasana tidak terlalu positif. Pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran disebut sebagai syarat mutlak sebelum negosiasi apa pun bisa dimulai.
Blokade itu sendiri sudah jadi masalah besar. Dan situasinya makin runyam setelah insiden di laut pada Minggu (19/4). Trump mengumumkan bahwa sebuah kapal perusak AS menembak dan mengenai kapal Iran yang berusaha menghindar. Insiden ini jelas menambah panas suasana.
Di sisi lain, kantor berita pemerintah IRNA menyoroti "tuntutan yang tidak masuk akal dan tidak realistis" dari Washington. Lembaga itu berpendapat, dalam kondisi sekarang, hampir tidak ada harapan untuk perundingan yang membuahkan hasil. Semuanya terasa mandek.
Waktunya pun semakin sempit. Iran, AS, dan Israel hanya punya sisa tiga hari sebelum gencatan senjata dua mingguannya berakhir. Perang di kawasan itu sebelumnya dipicu oleh serangan mendadak AS dan Israel terhadap Iran akhir Februari lalu.
Sejauh ini, hanya satu sesi negosiasi panjang yang pernah terjadi di Islamabad pada 11 April, berlangsung 21 jam dan berakhir tanpa titik terang. Meski persiapan untuk pertemuan baru sempat berjalan, kini semua itu tampaknya menguap begitu saja.
Trump sendiri, lewat sebuah unggahan pada Minggu, tetap bersikukuh dengan posisinya.
"Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal. Saya harap mereka menerimanya," tulisnya.
Namun begitu, ancaman terhadap infrastruktur Iran juga ia perbarui, seandainya kesepakatan tak tercapai. Jadi, situasinya tetap genting. Ketegangan masih tinggi, dan jalan damai terlihat semakin jauh dari kenyataan.
Artikel Terkait
Harga Bright Gas Naik Signifikan, LPG Subsidi Tetap Dijamin Tak Berubah
Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.400 Meter
BNI Kembalikan Rp 28 Miliar Dana Jemaat Gereja yang Digelapkan Oknum
Universitas Tarakanita Gelar Wisuda Perdana, Tandai Transisi dari STARKI