Iran kembali menutup Selat Hormuz. Padahal, selat vital itu baru saja dibuka. Kabar ini tentu bikin waswas, terutama soal nasib dua kapal tanker milik Pertamina yang masih terkatung-katung di sana.
Menurut pantauan, Selat Hormuz sempat dibuka Jumat lalu. Itu terjadi setelah ada kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Momentum itu langsung dimanfaatkan oleh PT Pertamina International Shipping (PIS). Mereka buru-buru menyiapkan rencana pelayaran buat dua kapalnya yang tertahan, supaya bisa segera melaju begitu jalur dibuka.
“Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,”
Demikian penjelasan Vega Pita, Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, seperti dilansir Antara, Sabtu (18/4).
Nah, berdasarkan data dari pelacak kapal Vessel Finder hingga pekan kemarin, kedua kapal itu masih ada di sekitar Teluk Persia. Pertamina Pride terpantau di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sedangkan Gamsunoro ada di perairan dekat Dubai, Uni Emirat Arab.
Persiapannya sendiri cukup detail. Vega menyebut timnya menyusun rute, mengidentifikasi risiko, menyiapkan navigasi elektronik, plus rencana cadangan buat jaga-jaga. Di sisi lain, koordinasi juga terus dijalankan. Mereka aktif berhubungan dengan berbagai pihak, termasuk Kemlu RI.
“Pihaknya, terus aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang secara intensif membantu komunikasi via jalur diplomatik dengan otoritas terkait,” kata dia.
Tak cuma itu, mereka juga berhubungan dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, sampai pemilik muatan. Tujuannya jelas: memastikan semua prosedur perizinan beres, sehingga kapal bisa segera berlayar dengan aman begitu ada celah. Situasinya memang dinamis, dan semua pihak kini menunggu perkembangan berikutnya.
Artikel Terkait
Wayan Sudirta: Pemikiran Soekarno Masih Relevan Hadapi Gejolak Global dan Krisis Hukum
Polsek Cikarang Pusat Kerahkan 56 Personel Gabungan dalam Operasi Antikejahatan Jalanan di Alam Sari
Ketergantungan 90 Persen Bahan Baku Impor, DPR Dorong Kenaikan Harga Obat Dilakukan Bertahap
BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, Puncak Kekeringan di Agustus-September