Perusahaan kecerdasan buatan (AI) terkemuka, Anthropic, yang menciptakan model AI Claude, secara resmi menyerukan penghentian sementara pengembangan sistem AI paling canggih di dunia. Seruan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa model-model terbaru mulai menunjukkan tanda-tanda dapat lepas dari kendali manusia.
Dalam pernyataan resminya, Anthropic menegaskan bahwa langkah ini diperlukan demi keselamatan global. “Kami percaya akan baik bagi dunia untuk memiliki opsi untuk memperlambat atau menghentikan sementara pengembangan AI canggih,” demikian bunyi pernyataan perusahaan tersebut. Mereka menambahkan bahwa jeda ini akan memberi waktu bagi struktur sosial dan penelitian akademik untuk mengejar ketertinggalan dari laju kemajuan teknologi.
Agar usulan ini dapat terealisasi, Anthropic menekankan perlunya kesepakatan bersama dari semua perusahaan AI besar di berbagai negara, terutama Amerika Serikat dan China. Tanpa koordinasi global, perusahaan dan pemerintah akan terus dihadapkan pada tekanan persaingan dan geopolitik yang mempersulit pengambilan keputusan terkait keselamatan.
Sementara itu, proposal ini mendapat banyak penolakan, baik di Washington maupun Silicon Valley. Para pejabat AS dan eksekutif teknologi khawatir bahwa penangguhan pengembangan AI justru akan memberikan keunggulan kompetitif bagi China, sehingga menimbulkan dilema antara keamanan dan daya saing global.
Artikel Terkait
Mobil Pikap Tabrak Teras Toko di Jombang, Sopir Diduga Mengantuk
Otoritas Palestina Desak AS Hentikan Aneksasi Israel demi Cegah Kekacauan Kawasan
Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator Bongkar Korupsi SPPG
Kuasa Hukum Bantah Video Viral Sarwendah Sindir Ruben Onsu