Newcastle United Sepakat Rekrut Matthias Jaissle sebagai Manajer Baru

- Jumat, 31 Juli 2026 | 05:45 WIB
Newcastle United Sepakat Rekrut Matthias Jaissle sebagai Manajer Baru

Newcastle United resmi mencapai kesepakatan verbal dengan Matthias Jaissle untuk menjadi manajer baru klub. Pelatih asal Jerman itu diikat kontrak jangka panjang hingga Juni 2030. Keputusan ini diambil setelah Eddie Howe memilih mundur setelah hampir lima tahun menangani tim.

Jaissle, yang saat ini menangani klub Arab Saudi Al-Ahli, dijadwalkan segera merampungkan dokumen formal dalam beberapa hari mendatang. Penunjukan pelatih berusia 38 tahun itu dilakukan secara cepat guna mempersiapkan tim menjelang laga pembuka Premier League musim baru melawan Liverpool dalam waktu tiga minggu.

Proses negosiasi berjalan lancar karena Newcastle United dan Al-Ahli berada di bawah kendali pemilik yang sama, yaitu Public Investment Fund (PIF) asal Arab Saudi. Pihak Al-Ahli dilaporkan telah menerima pemberitahuan resmi terkait kepindahan Jaissle ke St James' Park.

Sebelum kesepakatan tercapai, Eddie Howe memutuskan mundur setelah rentetan hasil mengecewakan pada musim 2025-2026. Mantan pelatih Bournemouth itu sempat mengungkapkan keterbatasan finansial yang dialami tim dalam membangun skuad ideal.

"Ada batasan untuk apa yang bisa kita belanjakan," kata Howe.

Kekecewaan Howe semakin bertambah seiring dilepasnya sejumlah pemain kunci seperti Alexander Isak ke Liverpool, Anthony Gordon ke Barcelona, dan Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur. Howe sempat mengisyaratkan bakal kehilangan beberapa pilar utamanya sebelum musim berakhir.

"Beberapa pemain besar mungkin memasuki bulan-bulan terakhir mereka," ujarnya.

Meski demikian, Howe tetap menyampaikan rasa bangganya selama memimpin skuad The Magpies. "Setiap hari saya memimpin Newcastle adalah hari yang luar biasa," tuturnya.

Keputusan mundur Howe memicu keprihatinan dari mantan bek Newcastle United, Steve Howey. Ia menilai sang pelatih berada dalam posisi sulit akibat kebijakan transfer klub. "Saya terkejut tetapi pada saat yang sama tidak terkejut," kata Howey.

Howey menambahkan bahwa dinamika internal klub membuat pekerjaan Howe semakin berat. "Eddie selama ini pada dasarnya harus memadamkan kebakaran. Anda kehilangan pemain-pemain terbaik Anda," ucapnya.

Ia memaklumi rasa frustrasi yang dialami Howe. "Anda dapat memahami rasa frustrasinya ketika ia mencoba membangun sesuatu tetapi hal itu seolah diambil sebagian karena kehilangan pemain terbaik. Ini selalu menjadi hal yang sulit," ujar Howey.

Kondisi internal Newcastle serta penurunan performa tim sebelumnya juga sudah diprediksi legenda klub, Alan Shearer, seusai kekalahan dari Bournemouth pada akhir musim lalu. "Setenang apa pun bagi Eddie, saya tidak tahu apa yang akan terjadi padanya," kata Shearer.

Shearer meragukan keinginan Howe untuk melanjutkan pekerjaannya di tengah situasi sulit tersebut. "Saya hanya berpikir, apakah dia ingin mencoba lagi? Sayangnya, saya tidak melihat Eddie Howe melatih Newcastle musim depan. Saya tidak yakin daya juang itu masih ada di sana," ujarnya.

Kini tugas berat menanti Matthias Jaissle untuk merestrukturisasi tim yang mengakhiri musim lalu di peringkat ke-12 klasemen Premier League. Mantan pelatih Red Bull Salzburg itu diharapkan mampu membawa stabilitas dan gaya permainan agresif untuk mengembalikan Newcastle ke papan atas liga.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags