PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAP) membukukan laba bersih Rp1,5 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026, meningkat 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan bersih yang mencapai Rp24,2 triliun, naik 23,4 persen secara tahunan.
Laba kotor perseroan tercatat Rp9,8 triliun, sementara laba usaha tumbuh 23,2 persen menjadi Rp2 triliun. EBITDA pun naik menjadi Rp3,8 triliun. VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group Ratih D. Gianda mengatakan, perusahaan berhasil mempertahankan resiliensi di tengah normalisasi permintaan pasca-Lebaran.
"MAP kembali mencatat kinerja yang resilien pada kuartal kedua tahun ini. Meskipun permintaan pelanggan mengalami normalisasi setelah periode Lebaran, customer traffic kembali meningkat sepanjang Mei dan Juni, didukung oleh rangkaian libur panjang serta periode libur sekolah. Hal ini mencerminkan kekuatan portofolio MAP yang terdiversifikasi serta brand-brand kami yang tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
Untuk memperkuat portofolio merek dan memperluas ekspansi regional, MAP menghadirkan Timberland di Thailand, serta meluncurkan Abercrombie & Fitch dan Hollister di Filipina. Di sisi internal, perusahaan terus meningkatkan efisiensi operasional melalui pengelolaan biaya dan proses back-end yang lebih disiplin, serta mengoptimalkan otomatisasi dan digitalisasi untuk layanan pelanggan yang lebih baik di semua platform.
Ratih menambahkan, MAP juga berkomitmen membangun budaya kerja positif dan mengembangkan kapabilitas karyawan. Komitmen ini diakui melalui sejumlah penghargaan, antara lain Best Companies to Work For in Asia dari HR Asia, Best Soft Skills Training Program dari Employee Experience Awards, serta Best Learning & Development dari HR Excellence by SWA.
"Di tengah ketidakpastian kondisi makroekonomi dan geopolitik yang masih berlangsung, kami akan tetap berhati-hati dalam mengelola bisnis. Hal ini dilakukan dengan terus memahami preferensi pelanggan, memperkuat kapabilitas omnichannel, serta memastikan Perseroan tetap adaptif terhadap dinamika pasar. Pada saat yang sama, kami akan terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Map Active Cetak Laba Bersih Rp865 Miliar pada Semester I-2026, Tumbuh 32 Persen
GoTo Cetak Laba Bersih Dua Kuartal Berturut-turut, Fintech Kini Jadi Motor Utama
Laba Dyandra Media Melonjak 122 Persen Jadi Rp42,7 Miliar pada Semester I-2026
Laba Bersih Pertamina Geothermal Naik 15,48 Persen di Semester I 2026