PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,44 triliun pada semester pertama 2026. Angka ini hampir tidak berubah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp3,45 triliun, atau melemah tipis 0,5 persen.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan kredit dan dana murah. Total kredit dan pembiayaan tumbuh 6,6 persen secara tahunan menjadi Rp247,2 triliun, sementara current account and savings account (CASA) meningkat 6,9 persen menjadi Rp193,1 triliun.
“Kami bersyukur dapat meraih kinerja yang stabil pada semester pertama 2026, didukung pertumbuhan pada kredit dan pembiayaan serta dana murah (CASA) yang berkelanjutan, serta implementasi strategi yang disiplin,” ujar Lani dalam keterangan tertulis, Senin (17/6/2026).
Lani menjelaskan, pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan masing-masing tumbuh 6,8 persen dan 6,5 persen. Selain itu, peningkatan kontribusi pendapatan nonbunga turut membantu mengimbangi penurunan pendapatan bunga bersih sehingga mendukung pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan.
Di sisi lain, kualitas aset tetap terjaga dengan baik, yang tercermin dari perbaikan gross non performing loan (NPL) menjadi 1,83 persen. Pada periode yang sama, CIMB Niaga juga secara prudent memperkuat pencadangan untuk perusahaan multifinance sesuai dengan ketentuan regulator yang berlaku.
“Secara keseluruhan, hasil ini mencerminkan ketahanan fundamental bisnis kami, sekaligus komitmen untuk terus membangun bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” katanya.
Dengan fondasi yang kuat tersebut, CIMB Niaga akan terus menjalankan strategi Forward30 secara disiplin dengan fokus pada berbagai area pertumbuhan utama. Perseroan akan mendorong pertumbuhan kredit yang berkualitas, memperkuat penghimpunan dana murah (CASA), mendiversifikasi sumber pendapatan, serta mempererat hubungan dengan nasabah melalui layanan wealth management, transaction banking, dan ekosistem digital.
“Sejalan dengan purpose (tujuan) kami, yaitu Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk terus tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus menciptakan nilai yang bermakna dan berkelanjutan bagi nasabah, pemegang saham, dan masyarakat,” tuturnya.
CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang solid dengan capital adequacy ratio (CAR) dan loan to deposit ratio (LDR) masing-masing sebesar 23,5 persen dan 90,4 persen. Total aset konsolidasian mencapai Rp382,0 triliun per 30 Juni 2026, tumbuh 6,7 persen, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia. Total dana pihak ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp269,3 triliun, naik 2,8 persen, dengan rasio CASA naik menjadi 71,7 persen.
“Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman dengan ekosistem perbankan digital bank,” katanya.
Pada semester I-2026, jumlah kredit dan pembiayaan naik 6,6 persen, didorong oleh kinerja yang baik dari beberapa segmen utama. Perbankan korporasi mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 13,8 persen, sementara perbankan komersial tumbuh 4,6 persen, usaha kecil menengah (UKM) 2,9 persen, dan perbankan konsumer 0,1 persen. Kenaikan kredit atau pembiayaan retail terutama dikontribusikan dari pertumbuhan kredit pemilikan mobil (KPM) yang meningkat 4,7 persen.
Di segmen syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar Rp54,0 triliun dan DPK sebesar Rp50,9 triliun per 30 Juni 2026. Pembiayaan didukung oleh momentum pertumbuhan yang berkelanjutan pada segmen ritel, sementara CIMB Niaga Syariah terus memperkuat struktur pendanaannya melalui perluasan jaringan komunitas dan peningkatan kontribusi dana murah.
Artikel Terkait
CIMB Niaga Dukung Penuh Padel REI Merdeka 2026 di Makassar
Laba Bersih Mayora Melonjak 46,55 Persen di Semester I-2026
Laba Alfamart Tembus Rp2,02 Triliun di Semester I, Didorong Ekspansi Gerai
Laba Bersih Erajaya Melonjak 38 Persen di Semester I 2026