BSI Catat Laba Bersih Rp4,16 Triliun di Semester I 2026, Ditopang Transformasi Digital

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:12 WIB
BSI Catat Laba Bersih Rp4,16 Triliun di Semester I 2026, Ditopang Transformasi Digital

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan laba bersih Rp4,16 triliun pada semester I 2026. Capaian itu tumbuh 11 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan penguatan teknologi yang dilakukan perseroan dalam beberapa tahun terakhir mulai berdampak pada pertumbuhan bisnis dan jumlah nasabah. Menurutnya, teknologi kini bukan sekadar pendukung operasional, melainkan mesin pertumbuhan bisnis.

"Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah," ujar Anggoro dalam konferensi pers daring, Jumat (21/8).

Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta, tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Sejak Mei 2026, setelah transformasi teknologi selesai, pertumbuhan nasabah tercatat lebih dari 200 ribu per bulan.

Pertumbuhan nasabah itu membuka peluang pengembangan bisnis di berbagai lini, mulai dari penghimpunan dana murah, pembiayaan, transaksi digital, wealth management, bisnis emas, hingga layanan haji dan umrah.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 22 persen yoy menjadi Rp393 triliun. Pertumbuhan itu didorong peningkatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp238 triliun, terdiri dari tabungan Rp173 triliun dan giro Rp65,5 triliun. Struktur pendanaan yang kuat turut menekan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19 persen.

Pembiayaan BSI juga tumbuh di berbagai segmen. Pembiayaan wholesale mencapai Rp95 triliun, ritel dan UMKM Rp55,83 triliun, serta konsumer Rp189,25 triliun. Rasio Non Performing Financing (NPF) gross terjaga di level 1,80 persen dan NPF net 0,33 persen.

Selain pendapatan intermediasi, BSI mencatat pertumbuhan Fee Based Income (FBI) sebesar 38,15 persen menjadi Rp4,1 triliun. Total aset BSI hingga Juni 2026 mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bisnis emas juga menjadi penopang pertumbuhan ekosistem BSI. Hingga Juni 2026, BSI memiliki 1,22 juta nasabah emas, terdiri dari 594,6 ribu nasabah cicil emas dan 209,7 ribu nasabah gadai emas. BSI juga mencatat 7,69 juta nasabah haji dan lebih dari 585 ribu merchant QRIS.

"Ke depan, fokus kami bukan hanya menambah jumlah nasabah, tetapi meningkatkan nilai yang dapat kami berikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang semakin relevan, mudah, dan terintegrasi," tutup Anggoro.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags