PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 19 Juni 2026, dengan salah satu agenda utama yang menjadi sorotan adalah usulan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Rapat tersebut juga akan membahas persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan untuk tahun buku 2025, menjadikannya momen penting bagi para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi kinerja emiten perhotelan itu.
Perubahan kepengurusan ini, menurut keterangan resmi perseroan, bertujuan untuk melakukan penyegaran organisasi sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan. Langkah tersebut dinilai strategis di tengah upaya PSKT untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional di industri perhotelan yang terus berdinamika.
Mengacu pada informasi yang dipublikasikan perseroan, sejumlah nama baru diusulkan untuk mengisi posisi kunci dalam struktur kepengurusan. Salah satunya adalah Praba Diwangkara Caraka Putra Soma, yang saat ini berkarier di PT Rukun Raharja Tbk dengan fokus pada transformasi korporasi dan strategi bisnis. Nama lain yang diusulkan adalah Andre Rasjid Prabu Mangkuningrat, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Rasuna Mitra Indika, Komisaris PT Kredivo Finance Indonesia, serta Managing Director PT Cakrabuana Ventura Indonesia.
Praba diketahui merupakan putra dari pengusaha Happy Hapsoro, sementara Andre adalah putra dari Arsjad Rasjid yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Indika Energy Tbk (INDY). Meski demikian, keputusan akhir terkait perubahan Direksi dan Dewan Komisaris sepenuhnya bergantung pada persetujuan pemegang saham dalam RUPST mendatang.
Di sisi operasional, PSKT tercatat mengelola tujuh hotel dengan merek Monoloog Hotel yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia. Berdasarkan laporan tahunan perseroan, tingkat hunian tertinggi pada 2025 diraih oleh Monoloog Palembang dengan angka 73,13 persen. Posisi berikutnya ditempati Monoloog Jakarta Pasar Baru sebesar 63,18 persen dan Monoloog Solo sebesar 55,31 persen.
RUPST nantinya juga akan menjadi forum bagi manajemen untuk menyampaikan perkembangan kinerja perseroan sepanjang tahun buku 2025 serta rencana bisnis ke depan. Para pemegang saham diharapkan dapat memberikan pandangan dan arahan strategis bagi langkah perusahaan selanjutnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Buyback Tembus Rp2.583.000
IHSG Diprediksi Rebound Hari Ini Usai Ambles 1,7 Persen, Enam Saham Direkomendasikan
IHSG Anjlok 32,46 Persen Sepanjang 2026, Phintraco Soroti Tekanan Suku Bunga AS dan Pelemahan Rupiah
Alfamart dan Alfamidi Tak Khawatir dengan Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, Klaim Segmen Pasar Berbeda