Transisi Energi Bersih Dinilai Jadi Momentum Strategis Perkuat Kedaulatan Ekonomi dan Energi Nasional

- Kamis, 04 Juni 2026 | 09:00 WIB
Transisi Energi Bersih Dinilai Jadi Momentum Strategis Perkuat Kedaulatan Ekonomi dan Energi Nasional

Transisi menuju energi bersih dinilai bukan sekadar agenda global, melainkan momentum strategis yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi kedaulatan ekonomi dan energi nasional. Pandangan ini disampaikan oleh Garda Indonesia Visioner (GIV), sebuah organisasi yang secara aktif mendorong percepatan transformasi sektor energi melalui program Garda Edukasi. Program tersebut menyasar generasi muda sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu merumuskan gagasan dan solusi konkret demi mewujudkan kemandirian energi di masa depan.

Ketua Umum Garda Indonesia Visioner, Faqih, menegaskan bahwa pasokan energi masa depan harus aman, mandiri, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, pengembangan energi baru dan terbarukan tidak dapat berjalan sendiri tanpa diiringi penguatan infrastruktur nasional serta kepastian hukum yang melindungi kepentingan bangsa. “Karena itu, pengembangan Energi Baru dan Terbarukan harus berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur nasional serta kepastian hukum yang mampu melindungi kepentingan bangsa,” ujar Faqih dalam forum diskusi yang dikutip pada Kamis (4/6/2026).

Faqih menekankan bahwa peralihan menuju energi bersih tidak boleh dipandang sekadar pemenuhan target global atau agenda seremonial dari negara-negara Barat. Momentum krusial ini, menurutnya, harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha dan pemangku kebijakan untuk membangun ketahanan industri dalam negeri yang mandiri. Dalam kesempatan yang sama, GIV menyampaikan apresiasi terhadap langkah-langkah strategis pemerintah yang dinilai konsisten mendukung percepatan transisi energi nasional, termasuk komitmen mencapai target Net Zero Emission dan perluasan bauran energi nasional yang mampu merangsang pertumbuhan investasi hijau.

Di sisi lain, kebijakan hilirisasi komoditas strategis dan pembangunan ekosistem industri hijau yang terintegrasi dinilai sebagai langkah progresif untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia di pasar global. Sektor-sektor ini terbukti krusial dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam sekaligus menciptakan fondasi ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Namun, keberhasilan transformasi sektor energi nasional sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga generasi muda.

Regulasi yang berintegritas, iklim investasi yang kondusif, serta pengembangan inovasi teknologi domestik menjadi faktor kunci yang harus diakselerasi. GIV juga mendorong terciptanya tata kelola energi yang bersih, transparan, dan akuntabel di sektor korporasi maupun publik. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan potensi kebocoran nilai ekonomi dari sumber daya alam, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Faqih mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya pelaku industri dan pemangku kebijakan, untuk memperkuat kolaborasi gotong royong demi melahirkan solusi bisnis yang inovatif. Menurutnya, transisi energi harus menjadi motor penggerak yang mampu menciptakan efek berganda berupa kesejahteraan ekonomi yang lebih luas bagi rakyat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar