Setiap tanggal 7 Juni, dunia memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia atau World Food Safety Day, sebuah momentum yang digagas oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah seruan kolektif untuk menempatkan keamanan pangan sebagai hak dasar sekaligus tanggung jawab bersama. FAO dan WHO, yang menggagasnya, mengajak otoritas nasional, masyarakat sipil, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di seluruh dunia untuk turut serta menyoroti isu ini.
Keamanan pangan, menurut WHO, merupakan tanggung jawab yang terbagi antara pemerintah, produsen, dan konsumen. Setiap pihak memiliki peran krusial, mulai dari proses pertanian hingga makanan sampai ke meja makan. Tujuannya sederhana namun mendasar: memastikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari aman dan tidak membahayakan kesehatan. Melalui peringatan ini, WHO berupaya mengarusutamakan keamanan pangan ke dalam agenda publik serta menekan angka penyakit bawaan makanan yang masih menjadi beban global.
Penyakit yang ditularkan melalui makanan, menurut data WHO, masih menjadi ancaman besar yang menyebabkan setidaknya 200 jenis penyakit, memengaruhi kesehatan, mata pencaharian, pendidikan, hingga perekonomian. Namun, sebagian besar dari penyakit ini sejatinya dapat dicegah. Hal inilah yang mendasari pemilihan tema Hari Keamanan Pangan Sedunia 2026, yaitu From burden to solutions safe food everywhere.
Tema tersebut menyoroti bagaimana data mengenai penyakit, beban yang ditimbulkan, serta jumlah nyawa yang hilang dapat menjadi panduan untuk merumuskan solusi yang terfokus dan hemat biaya. Kampanye tahun ini, yang dipimpin oleh WHO, didedikasikan untuk mengungkap beban penyakit bawaan makanan dan menawarkan solusi berbasis sains yang dapat mencegahnya. Inti dari tema ini adalah rilis terbaru estimasi WHO tentang beban penyakit bawaan makanan yang akan diterbitkan pada bulan Juni mendatang.
Laporan tersebut akan disertai dengan dasbor interaktif dan halaman Observatorium Kesehatan Global yang diperbarui. Di dalamnya, terdapat estimasi nasional berdasarkan jenis bahaya, yang mencakup data global, regional, dan nasional pertama tentang penyakit bawaan makanan, angka kematian, serta beban kesehatan masyarakat yang dinyatakan dalam tahun hidup yang disesuaikan dengan kecacatan (DALY) dari tahun 2000 hingga 2021. Data ini dikumpulkan secara global dan dikaitkan dengan berbagai bahaya serta hasil penyakit, sehingga dapat membantu negara-negara menentukan prioritas kebijakan yang paling tepat.
Di sisi lain, tema ini juga membahas solusi untuk mengatasi beban tersebut. Perkiraan baru dari WHO diharapkan dapat memperkuat komitmen politik dan mendorong respons multisektoral yang tepat sasaran, sesuai dengan besarnya beban kesehatan masyarakat. Seperti slogan tahunan yang selalu mengingatkan, “Keamanan pangan adalah tanggung jawab semua orang,” kampanye tahun ini mendorong setiap pihak dalam rantai makanan dari produsen hingga konsumen untuk memanfaatkan bukti yang ada, termasuk data dari laporan WHO yang akan datang, guna mengetahui di mana penyakit dan kematian akibat makanan terjadi serta apa pendorong utamanya, lalu menerapkan solusi yang diperlukan.
Artikel Terkait
Tiga WNI Diduga Memalsukan Riset dengan AI di Konferensi Internasional Denmark
HIPMI Gelar Debat Pamungkas Calon Ketua Umum Jelang Munas XVIII
Korban Tewas Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Bertambah Jadi Enam Orang
Maxwell Souza Resmi Tinggalkan Persija, Merapat ke Persib Bandung