Rubio Bantah Tuduhan Trump Tertidur Saat Rapat Kabinet, Sebut Presiden Justru Kerap Telepon Dini Hari

- Jumat, 05 Juni 2026 | 12:15 WIB
Rubio Bantah Tuduhan Trump Tertidur Saat Rapat Kabinet, Sebut Presiden Justru Kerap Telepon Dini Hari
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, dengan tegas membela Presiden Donald Trump di hadapan anggota parlemen setelah muncul tuduhan bahwa Trump tertidur saat rapat kabinet. Pembelaan itu disampaikan Rubio dalam rapat Komite Hubungan Luar Negeri DPR AS yang digelar pada Rabu (3/6) waktu setempat, sebagai respons atas pertanyaan kritis dari anggota DPR Ted Lieu. Dalam forum tersebut, Lieu melontarkan pertanyaan langsung kepada Rubio mengenai apakah ia pernah menyaksikan Trump tertidur selama rapat kabinet berlangsung. Menanggapi hal itu, Rubio menyangkal keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai informasi yang keliru. “Itu salah. Saya belum pernah melihatnya tertidur. Sebaliknya, dia tidak tidur, yang menjadi masalah besar karena dia menelepon saya pukul 02.00 pagi,” kata Rubio kepada para anggota parlemen. Rubio kemudian menambahkan bahwa Trump justru menunjukkan etos kerja yang tinggi, bahkan di luar jam kerja normal. Ia mengaku kerap menerima telepon dari presiden pada dini hari. “Dia menelepon saya pukul 05.00 pagi. Dan, Anda tahu, saya suka tertidur sebentar, mungkin tidak 12 jam, tetapi setidaknya 6 jam. Jadi dia bekerja. Beberapa hari yang lalu, dia berada di Ruang Oval pukul 12.30 siang pukul 00.30 pagi. Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan,” ucap Rubio. Namun, Lieu tidak begitu saja menerima bantahan tersebut. Ia menuduh Rubio berbohong dan langsung menunjukkan bukti berupa rekaman video yang memperlihatkan Trump dengan mata terpejam selama rapat kabinet berlangsung. Sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat yang mewakili salah satu distrik di California, Lieu juga merujuk pada laporan media France 24 yang menyoroti kekhawatiran publik terhadap kondisi kesehatan Trump. Laporan itu mengulas perilaku Trump saat seremoni Memorial Day, di mana matanya tampak terpejam dan menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat. Dalam argumennya, Lieu menyebut bahwa Trump kerap terlihat “lemah” di mata lawan-lawannya ketika kamera sedang merekam. Pernyataan itu mempertegas ketegangan politik yang melatari perseteruan antara kubu pendukung dan pengkritik presiden di tengah sorotan media internasional.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar