Laba Bersih Cinema XXI Turun 40 Persen pada Semester I-2026

- Kamis, 30 Juli 2026 | 20:40 WIB
Laba Bersih Cinema XXI Turun 40 Persen pada Semester I-2026

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk atau Cinema XXI (CNMA) membukukan laba bersih sebesar Rp173 miliar pada semester I-2026, turun 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp288 miliar. Penurunan ini sejalan dengan pendapatan perseroan yang terkoreksi 8,6 persen menjadi Rp2,6 triliun.

Pendapatan dari tiket serta makanan dan minuman dua penopang utama bisnis masing-masing turun 12 persen dan 8 persen. EBITDA perseroan tercatat sebesar Rp708,2 miliar.

Meski secara semesteran menurun, kinerja kuartal II-2026 menunjukkan perbaikan. Pendapatan naik 40 persen menjadi Rp1,5 triliun dari Rp1,1 triliun pada kuartal sebelumnya. Jumlah penonton melonjak dari sekitar 15,5 juta menjadi 21,9 juta orang, didorong oleh penambahan layar bioskop dan hadirnya film-film baru.

Pendapatan tiket bioskop pada kuartal II-2026 meningkat 38 persen menjadi Rp919,4 miliar, sementara penjualan makanan dan minuman naik 48 persen menjadi Rp528,8 miliar.

Direktur Utama PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, Suryo Suherman, mengatakan capaian tersebut mencerminkan konsistensi strategi bisnis dan disiplin operasional perusahaan. "Perseroan berkomitmen menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan berkualitas dan inovasi yang relevan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (30/7/2026).

Sepanjang semester I-2026, penjualan tiket bioskop menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,6 triliun atau 60,2 persen dari total pendapatan. Penjualan makanan dan minuman menyumbang Rp886,3 miliar atau 33,7 persen, sedangkan pendapatan lain dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara mencapai Rp160,2 miliar atau 6,1 persen.

Dari sisi ekspansi, Cinema XXI membuka dua bioskop baru Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI dengan tambahan tujuh layar selama semester I-2026. Hingga 30 Juni 2026, perseroan mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di Indonesia.

Industri perfilman nasional menunjukkan tren positif. Selama semester I-2026, film Indonesia mendominasi lebih dari 65 persen total penonton di jaringan Cinema XXI. Ada 17 film nasional dan internasional yang berhasil meraih lebih dari satu juta penonton, meningkat dibandingkan 15 film pada periode yang sama tahun lalu.

Suryo mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pilihan film yang semakin beragam. "Hal ini memotivasi Cinema XXI untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan yang prima, fasilitas yang nyaman, serta teknologi audiovisual berstandar internasional," pungkasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags