PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola bioskop Cinema XXI, telah menghabiskan seluruh dana bersih hasil penawaran umum perdana saham (IPO) senilai Rp2,17 triliun. Dana tersebut direalisasikan untuk ekspansi bisnis, pelunasan utang, dan modal kerja perseroan.
CNMA melantai di bursa pada 2 Agustus 2023 dengan harga penawaran Rp270 per saham. Aksi korporasi ini berhasil mengumpulkan dana kotor Rp2,25 triliun, dan setelah dikurangi biaya emisi, dana bersih yang diterima mencapai Rp2,17 triliun.
Dalam rencana awal, perseroan mengalokasikan sekitar Rp1,41 triliun untuk ekspansi, Rp434,53 miliar untuk pelunasan pokok utang, dan Rp325,90 miliar untuk modal kerja. Realisasinya, CNMA menggunakan sekitar Rp1,35 triliun atau 65 persen dari dana IPO untuk pembangunan teater baru dan penambahan layar bioskop.
Sementara itu, sekitar Rp500 miliar atau 20 persen digunakan untuk membayar sebagian pokok utang perseroan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Sisanya, sekitar Rp320 miliar atau 15 persen, dipakai untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
Dengan demikian, seluruh dana bersih IPO CNMA telah terealisasi sesuai dengan kebutuhan pendanaan yang telah ditetapkan perseroan.
Artikel Terkait
IPO Persib Bandung Masih Terkendala Konsolidasi Aset
Danantara Siapkan IPO Empat BUMN Besar, Kajian Ditargetkan Rampung dalam Setahun
Laba Cinema XXI Turun 37 Persen meski Pendapatan Naik
Laba Bersih Cinema XXI Turun 40 Persen pada Semester I-2026