PT Century Textile Industry Tbk (CNTX) resmi meninggalkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Juli 2026, mengakhiri perjalanan panjangnya sebagai emiten tekstil pertama yang tercatat di pasar modal Tanah Air. Perusahaan yang berdiri pada 22 Mei 1970 ini pertama kali melantai di Bursa Efek Jakarta pada 22 Mei 1979, tepat sembilan tahun setelah didirikan.
"Dengan dicabutnya status Perseroan sebagai Perusahaan Tercatat (delisting) maka Perseroan tidak lagi memiliki kewajiban sebagai Perusahaan Tercatat dan Bursa Efek Indonesia akan menghapus nama Perseroan dari daftar Perusahaan Tercatat," demikian bunyi pengumuman resmi BEI, Kamis (30/7/2026). Keputusan ini menandai berakhirnya status perusahaan terbuka di tengah tekanan keuangan yang berkepanjangan akibat rugi berkelanjutan dan ekuitas negatif.
Perdagangan saham CNTX dan saham Seri B (CNTB) sejatinya telah dihentikan sementara sejak 7 Agustus 2024. Penghentian itu dilakukan setelah perseroan menyampaikan rencana delisting secara sukarela (voluntary delisting) dan perubahan status menjadi perusahaan tertutup (go private). Rencana tersebut telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 Oktober 2024.
Dalam proses menuju go private, perseroan melakukan pembelian kembali saham publik melalui Penfabric Sdn Bhd sebanyak 14.162.054 lembar saham di harga Rp400 per saham, dengan total nilai Rp5,66 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan terakhir, Century Textile masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp49,4 miliar pada kuartal IV-2025. Meski demikian, angka tersebut membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya ketika perseroan mencatatkan kerugian sebesar Rp77,7 miliar. Untuk tahun fiskal penuh yang berakhir pada Maret 2024, CNTX mencatatkan total kerugian bersih tahunan sebesar Rp77,7 miliar. Kondisi itu terjadi karena jumlah liabilitas perseroan lebih besar dibandingkan total aset yang dimiliki, sehingga menyebabkan tekanan pada struktur permodalan perusahaan.
Artikel Terkait
BEI Suspensi 72 Emiten karena Terlambat Setor Laporan Keuangan
OJK Targetkan Aturan Demutualisasi BEI Terbit September 2026
IHSG Diproyeksi Sideways di Kisaran 6.000-6.150
Lima Emiten Bagikan Dividen Tunai Hari Ini, BRPT hingga INDF