Pasokan air bersih bagi warga Jakarta diprediksi akan mengalami gangguan pada Jumat (5/6/2026) malam. Gangguan ini akan berdampak pada 24 Rukun Warga (RW) yang tersebar di wilayah ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pemadaman distribusi air ini telah dilaporkan dalam rapat paripurna sebelumnya.
"Yang pertama untuk PAM Jaya memang akan ada pemadaman. Kemarin dalam rapat paripurna sudah dilaporkan oleh Dirut PAM Jaya kepada kami, dan pemadaman mudah-mudahan dilakukan dalam satu hari ini, ada kurang lebih 24 RW yang akan terdampak," ujar Pramono di Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Pemerintah provinsi menegaskan bahwa gangguan ini bukan disebabkan oleh masalah pada sistem internal PAM Jaya. Pramono menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi karena adanya pekerjaan perbaikan gardu listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Pemadaman ini dilakukan karena PLN melakukan perbaikan terhadap listrik, gardu listrik yang ada. Sehingga inilah yang memberikan dampak. Jadi bukan karena PAM Jaya-nya," ungkapnya.
"Karena gardu listrik yang dikelola oleh PLN dilakukan renovasi, dilakukan perbaikan, dan sebagainya sehingga akan memberikan dampak terhadap itu," sambung Pramono.
Proses perbaikan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (5/6) pukul 23.00 WIB hingga Sabtu (6/6) pukul 01.00 WIB. Selama tiga jam tersebut, pelanggan berpotensi mengalami penghentian suplai air bersih. Sebagai langkah mitigasi, PAM Jaya akan menyiapkan pengalihan pasokan air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pejompongan II dan IPA Buaran I dengan total suplai mencapai 1.170 liter per detik.
Artikel Terkait
Anthropic Serukan Jeda Sementara Pengembangan AI Canggih demi Keselamatan Global
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya dengan Gaji Setara UMP
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tannos, Ekstradisi ke Indonesia Masih Tunggu Sidang 2026
Bank Indonesia Sebut Stabilitas Rupiah Butuh Strategi Tim dan Kolaborasi Lintas Sektor