IHSG Anjlok 1,25% di Awal Perdagangan, Seluruh Sektor Tertekan

- Kamis, 04 Juni 2026 | 09:50 WIB
IHSG Anjlok 1,25% di Awal Perdagangan, Seluruh Sektor Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan hari ini, Kamis (4/6/2026), dengan posisi melemah. Pada pembukaan bursa, indeks utama bursa efek Indonesia tersebut turun 0,36 persen ke level 5.919,57.

Pelemahan IHSG semakin dalam hanya dalam hitungan menit setelah perdagangan berjalan. Tepat satu menit berlalu, indeks merosot 1,25 persen ke angka 5.866. Kondisi ini diiringi dengan pergerakan saham yang mayoritas berada di zona merah, di mana hanya 110 saham yang mencatatkan penguatan, sementara 382 saham melemah dan 467 lainnya stagnan. Volume transaksi awal tercatat mencapai 804 juta lembar saham dengan nilai Rp592 miliar.

Tekanan jual tidak hanya melanda IHSG, tetapi juga merambah ke berbagai indeks acuan lainnya. Indeks LQ45 melemah 0,92 persen ke level 583, indeks JII turun 0,93 persen ke 351, indeks MNC36 terkoreksi 0,56 persen ke 257, dan IDX30 melemah 0,67 persen ke 331.

Sementara itu, seluruh indeks sektoral kompak berada di zona merah. Tak satu pun sektor yang mampu bertahan di zona hijau, mulai dari energi, konsumer siklikal, infrastruktur, bahan baku, teknologi, kesehatan, konsumer non-siklikal, keuangan, properti, transportasi, hingga industri, semuanya mencatatkan pelemahan.

Di tengah tekanan pasar yang meluas, sejumlah saham justru menonjol sebagai top gainers. Tiga saham dengan kenaikan tertinggi antara lain PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIIF), PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI), dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA).

Di sisi lain, posisi top losers diduduki oleh PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI), dan PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER). Ketiga saham tersebut menjadi yang paling tertekan pada awal sesi perdagangan hari ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar